BeritaBerita TerkiniDaerahNasionalPeristiwaPolri

Kompak Edarkan Sabu, Dua Wanita Kakak Beradik di Kota Medan Ditangkap Polrestabes Medan

119
×

Kompak Edarkan Sabu, Dua Wanita Kakak Beradik di Kota Medan Ditangkap Polrestabes Medan

Sebarkan artikel ini

MEDAN | 1kabar.com

Kebutuhan ekonomi menjadi alasan dua Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kota Medan menjadi pengedar narkoba jenis sabu. Keduanya kini ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dua Ibu Rumah Tangga (IRT) yang juga kakak-beradik itu berinisial FK (19) dan TP (27). Keduanya ditangkap setelah petugas menyamar sebagai pembeli kepada FK pada Rabu (01/10/2025) lalu, di Gang Jati II, Jalan Denai, Kecamatan Medan Denai.

Baca juga Artikel ini  Peringatan HUT ke-80 TNI di Lapangan Merdeka Medan, Ribuan Personel TNI Tunjukkan Sinergi dan Profesionalisme

“Kita mendapat informasi peredaran narkob4 disana. Kita lidik dan berhasil melakukan undercover buy,” kata Kasatres Narkoba Polrestabes Medan, AKBP. Thommy Aruan, pada Selasa (07/10/2025).

Ia menjelaskan, salah seorang anggotanya memesan sabu kepada kedua Ibu Rumah Tangga (IRT) tersebut seharga Rp 70 Ribu. Saat FK hendak menyerahkan barang haram itu, petugas langsung menangkapnya beserta TP.

Baca juga Artikel ini  Dibawah Kepemimpinan Pj.Geuchik Muhammad Hatta Masyarakat Gampong Jawa Merasa Senang.

“FK mengambil sabu dari sebuah plastik dengan menggunakan pipet sekop sabu, lalu menuangkannya ke plastik klip kecil. Ketika akan menyerahkan paket sabv dari tangan kanannya, saat itu juga kita tangkap,” tutur AKBP. Thommy Aruan.

Selain sabu yang akan diserahkan, Polisi juga mendapati paket sabu lainnya dari tangan FK dan didekat kakinya, yang sengaja dijatuhkan.

Baca juga Artikel ini  "Kritik Dibalas Jeruji: Saat Aktivis Dipercepat Prosesnya, Perusahaan Dibiarkan"

“TP ikut menjual juga. Dia yang memegang uang hasil penjualan,” ucapnya.

Dari hasil interogasi, keduanya mengaku mendapat sabu dari seorang pria berinisial H. Mereka juga mengaku baru satu bulan terakhir menjalani aktivitas sebagai pengedar.

“Alasannya klasik ya, karena himpitan ekonomi. Saat ini kita masih memburu pemasok besarnya,” ujar mantan Kasat Reskrim Polresta Manado itu.(SPL0101)