BeritaBerita TerkiniDaerahNasionalOlahraga

PSMS Medan Pertahankan Benteng Keramat, Tumbangkan Persiraja Banda Aceh 1-0 di Stadion Utama Sumut

138
×

PSMS Medan Pertahankan Benteng Keramat, Tumbangkan Persiraja Banda Aceh 1-0 di Stadion Utama Sumut

Sebarkan artikel ini

Deli Serdang | 1kabar.com

PSMS Medan kembali menunjukkan keperkasaannya dikandang sendiri. Bermain di Stadion Utama Sumatera Utara, pada Sabtu malam (25/10/2025), Ayam Kinantan sukses menundukkan tamunya, Persiraja Banda Aceh, dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan kompetisi Liga 2 musim 2025/2026.

Meski harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-56, tim kebanggaan Kota Medan itu tetap tampil militan dan berhasil mengamankan tiga poin penuh dihadapan ribuan suporter fanatiknya. Kemenangan ini sekaligus mempertegas Stadion Utama Sumut sebagai benteng keramat yang sulit ditaklukkan lawan.

Sejak awal laga, pertandingan berjalan dalam tempo tinggi. PSMS Medan tampil agresif dan langsung menekan lini pertahanan Persiraja. Sementara tim tamu berusaha mengimbangi lewat serangan balik cepat, namun lini belakang PSMS Medan yang dikawal Erwin Gutawa dan Kim Jeung Ho tampil sangat disiplin.

Baca juga Artikel ini  Kapolrestabes Medan Temui PGI-D Kota Medan, Perkuat Sinergi dan Toleransi Antarumat

Atmosfer panas mulai terasa dibabak kedua. Ribuan suporter yang memadati stadion terus meneriakkan yel-yel dukungan, membuat suasana pertandingan kian bergelora. Ketegangan memuncak di menit ke-49, saat pemain Persiraja, Dimas, melakukan pelanggaran keras terhadap M. Syifa. Wasit Eko Saputra tanpa ragu mengeluarkan kartu kuning. Keputusan itu sempat memicu reaksi keras dari pendukung tuan rumah, bahkan beberapa botol air terlihat melayang ke dalam lapangan.

Tak lama berselang, PSMS Medan mendapat peluang emas lewat situasi bola mati. Barata, sang eksekutor andalan, melepaskan tendangan bebas keras yang mengenai tangan pemain belakang Persiraja. Namun wasit menilai tidak ada pelanggaran penalti dan hanya memberi tendangan bebas. Keputusan itu kembali memancing protes dari tribun hijau.

Baca juga Artikel ini  Sembilan Saksi Diperiksa, Polres Subulussalam Telusuri Dugaan Pengrusakan Mobil

Petaka datang bagi PSMS Medan di menit ke-56. Qadri, yang sudah mengantongi kartu kuning, melakukan tekel keras ditengah lapangan. Wasit tanpa ampun mengeluarkan kartu kuning kedua yang berarti kartu merah, membuat PSMS harus melanjutkan laga dengan 10 pemain.

Unggul jumlah pemain membuat Persiraja gencar melancarkan tekanan. Namun, lini belakang PSMS Medan tetap tampil solid. Erwin Gutawa dan Kim Jeung Ho menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus, sementara kiper muda PSMS Medan juga tampil gemilang menepis sejumlah peluang berbahaya.

Pelatih sementara PSMS Medan, Welliansyah — yang menggantikan Kas Hartadi karena masih menjalani sanksi larangan mendampingi tim selama empat laga — melakukan perubahan taktis di pertengahan babak kedua. Ia menarik Barata dan M. Syifa untuk memperkuat lini tengah dan menjaga keseimbangan tim.

Baca juga Artikel ini  Jalin Keakraban Satgas TMMD - 126 Dengan Masyarakat Lewat Olahraga Voli Ball.

Meski terus digempur, PSMS Medan justru mampu mencuri peluang emas melalui serangan balik cepat. Gol kemenangan akhirnya tercipta berkat kerja sama apik lini depan, yang diselesaikan dengan tembakan terukur ke pojok gawang Persiraja. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 tetap bertahan. Stadion pun bergemuruh oleh sorak kemenangan dari para suporter Ayam Kinantan yang terus menyanyikan chant kebanggaan mereka.

Kemenangan ini menjadi bukti mental juang luar biasa PSMS Medan yang tak gentar meski bermain dengan 10 pemain. Selain memperkokoh posisi dipapan atas klasemen sementara Liga 2, hasil ini juga menegaskan bahwa Stadion Utama Sumut masih menjadi “benteng keramat” bagi tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut.(IM0101)