Berita TerkiniDaerahEkonomiNasionalPariwisataPemerintah

Arief Martha Rahadyan: Infrastruktur dan Inovasi Jadi Pilar Pariwisata Berkelanjutan

63
×

Arief Martha Rahadyan: Infrastruktur dan Inovasi Jadi Pilar Pariwisata Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

Jakarta|1kabar.com

Dinamika sektor pariwisata nasional kembali menjadi sorotan di tengah berbagai tantangan struktural yang belum sepenuhnya teratasi. Arief Martha Rahadyan menilai perlunya langkah korektif dan reformasi menyeluruh agar pariwisata bisa memberikan dampak nyata hingga ke tingkat daerah.

Evaluasi kinerja kelembagaan, menurutnya, menjadi titik awal krusial guna memastikan kebijakan berjalan efektif. Penataan ulang strategi pengembangan destinasi, termasuk lima Destinasi Super Prioritas, dinilai penting agar benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Baca juga Artikel ini  Arief Martha Rahadyan: Gagasan Pariwisata Terintegrasi,Arah Baru Menuju Pariwisata Nasional

Pembangunan destinasi wisata harus ditopang infrastruktur dasar seperti sanitasi, air bersih, dan aksesibilitas. Tanpa itu, sulit mewujudkan pariwisata berkelanjutan,” ujarnya.

Arief juga menyarankan percepatan kebijakan bebas visa untuk meningkatkan daya saing di kawasan Asia Tenggara, dengan diiringi penguatan ekosistem pariwisata, mulai dari akses, keamanan, hingga kualitas layanan.Di sisi lain, tingginya harga tiket pesawat juga dinilai bisa menghambat pergerakan wisatawan domestik, sehingga perlu evaluasi kebijakan yang terukur agar harga tetap stabil, khususnya saat momentum libur nasional.

Baca juga Artikel ini  Pengurus TP PKK Deli Serdang Periode 2025-2030 Dilantik, Bupati Deli Serdang Tekankan Sinergi Hingga Kecamatan

Transportasi yang terjangkau adalah prasyarat utama, tanpa itu target kunjungan hanya akan menjadi ambisi,” tegasnya.

Arief mengatakan pentingnya transformasi menuju pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, termasuk pengelolaan sampah di destinasi utama seperti Bali melalui sistem terintegrasi berbasis teknologi dan partisipasi masyarakat.

Arief juga mengusulkan percepatan transformasi digital menuju Tourism 5.0, melalui pengembangan smart tourism ecosystem, integrasi data, serta promosi berbasis pengalaman dan kekuatan gastronomi lokal dan keterlibatan UMKM agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata.Indonesia memiliki kekayaan budaya dan kuliner yang besar. Jika dikelola tepat, ini menjadi daya tarik global yang kompetitif,” tambahnya.

Baca juga Artikel ini  Dukung Car Free Day : Pemkab Deli Serdang Sediakan Bus Antar Jemput

Masa depan pariwisata Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian reformasi kebijakan, konsistensi implementasi, dan kemampuan beradaptasi. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk transformasi struktural, supaya tidak tertinggal,” pungkasnya.