Jakarta|1kabar.com
Arief Martha Rahadyan mengingatkan agar dinamika politik tidak dijadikan alasan untuk mengorbankan persatuan bangsa dan stabilitas nasional. Ia menegaskan bahwa demokrasi harus dijalankan dengan kedewasaan, bukan dengan narasi yang memecah belah masyarakat.
Perbedaan pandangan politik merupakan hal wajar dalam sistem demokrasi. Namun, ketika perbedaan tersebut dieksploitasi untuk kepentingan politik jangka pendek, dampaknya dapat merusak kohesi sosial dan melemahkan ketahanan nasional.
Persatuan bangsa tidak boleh dikorbankan demi kepentingan politik sesaat. Demokrasi harus memperkuat bangsa, bukan justru memecahnya,” tegas Arief
Stabilitas nasional dan ketenangan sosial merupakan prasyarat utama bagi keberlanjutan pembangunan dan kepercayaan publik, terutama di tengah tekanan ekonomi. Peran elite politik dan tokoh publik agar lebih bertanggung jawab dalam menyampaikan narasi ke ruang publik, keteladanan dan komunikasi yang menyejukkan sangat dibutuhkan untuk mencegah polarisasi yang berlebihan.
Politik seharusnya menjadi sarana pengabdian kepada bangsa, bukan alat provokasi yang menimbulkan kegaduhan sosial,” ujarnya
Arief mengajak masyarakat untuk tetap kritis namun rasional, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, khususnya di media sosial, kepentingan nasional harus selalu ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun golongan.Indonesia akan kuat jika persatuan dijaga dan demokrasi dijalankan secara bertanggung jawab,” pungkasnya.





