Perusahaan

Peringatan 17 Tahun Hari Anti Tambang Desa Bonian Resmi Di Gelar.

453
×

Peringatan 17 Tahun Hari Anti Tambang Desa Bonian Resmi Di Gelar.

Sebarkan artikel ini

DAIRI | 1kabar.com

Bertempat di Desa Bonian,Kecamatan Silimia Pungga-Pungga,Kabupaten Dairi. (APUK-Bonian) bersama puluhan warga masyarakat dari berbagai Desa di sekitar tambang (PT DPM) melakukan Peringatan Hari Anti Tambang (HATAM) yaitu dengan mengenang 17 Tahun Peristiwa Semburan Lumpur Lapindo di Sidoarjo pada 29 Mei 2006 yang silam.Pada peringatan ini di lakukan diskusi bersama dengan tema, ” Oligarki Tambang di balik Kejahatan Negara –Korporasi,memperparah Kerusakan Ruang Produksi Masyarakat-Perkuat Solidaritas Rakyat.” Diskusi di awali dengan berbagi pengalaman dari peserta dari Desa yang hadir dari berbagai Desa yang ada di Lingkar Tambang,Selasa (30/05/2023).

Peristiwa 17 Tahun lalu di Sidoarjo merupakan Peringatan dan Monument Sejarah yang nyata bisa kita lihat sampai sekarang khususnya Petani, kita harus menjaga Tanah dan Kampung kita jangan sampai terjadi lagi Peristiwa di Sidoarjo atau jangan jadikan Kabupaten Dairi menjadi Lumpur Lapindo kedua.Kita harus menyebarkan informasi dampak negative Tambang karena kita berada di wilayah Pertambangan,” ucap Ibu Dormaida Sihotang dalam pembukaan ketika (MC) mempertanyakan kenapa Hari Anti Tambang (HATAM) harus di Peringati tiap Tahunnya.

Baca juga Artikel ini  Terkait Revisi Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran Yang Terus Bergulir, Nampaknya Akan Semakin Kencang Mendulang Sorotan Publik

Ada yang berbeda dalam Peringatan Hari Anti Tambang (HATAM) Tahun ini di mana yang menjadi narasumber dalam diskusi adalah para korban dari Tambang-Tambang yang ada di Provinsi Sumatera Utara seperti Komunitas Yayasan Srikandi Lestari dari Kabupaten Langkat tepatnya Daerah Pangkalan Susu yang menghadapi Pembangunan (PLTU) Batu Bara,perwakilan warga masyarakat yang sedang berhadapan langsung dengan Geotermal di Kabupaten Mandailing Natal,mereka semua menjadi korban dari Tambang yang di ijinkan oleh Negara.Menurut mereka Negara kini menjadi semakin buta dan tuli menyikapi dampak Tambang.Mimi Surbakti,perwakilan Srikandi Lestari,parahnya lagi tidak mau melihat bagaimana penderitaan Rakyat akibat dampak Tambang yang terjadi di lapangan tersebut.

” Lebih lanjut,Suheiry dari Kabupaten Mandailing Natal mengatakan bahwa dalam Perjuangan mereka dalam melawan Pertambangan Emas di Kampungnya ada juga jatuh korban, di mana ketika melakukan aksi seorang Perempuan yang kena Tembak Peluru Karet,sehingga harus di larikan ke Medan untuk berobat,mereka juga pernah di kepung oleh Polisi selama tiga hari tiga malam.Namun korban yang terkena Peluru Karet tersebut akhirnya di krimilisasi oleh pihak Kepolisian dengan menjadikanya sebagai tersangka.Hal inilah kesulitan dan kejamnya Perjuangan melawan kehadiran Pertambangan,” ujarnya dalam diskusi kepada peserta yang mendengarkan dengan sangat serius.

Baca juga Artikel ini  Siaran Pers Dewan Pers : Komunitas Pers Tolak Revisi RUU Penyiaran

Kita Petani membutuhkan kenyamanan dalam mengusahai Tanah kita,kalau sudah tak nyaman maka Usaha Tani kita akan gagal dan tinggal,untuk mendapatkan kenyamanan kita harus berjuang dengan semangat.Selain itu Saptar selaku perwakilan dari Kabupaten Mandailing Natal juga menambahkan bahwa kita harus Legowo (Terbuka) jangan membedakan antara yang bersentuhan langsung dengan yang tidak bersentuhan langsung.Bapak ini adalah perwakilan Komunitas di mana Desa mereka berada di tengah-tengah Tambang Geothermal Sorik Marapi Power,Selasa (30/05/2023).

Baca juga Artikel ini  Pelepasan 104 Jemaah Calon Haji Kabupaten Deli Serdang Tahun 1445 Hijriah/2024 Berlangsung Haru

Kerusakan terhadap Lingkungan di Daratan Provinsi Sumatera Utara akan terus berlangsung dengan di bongkarnya secara terus-menerus tanpa mempertimbangkan ancaman terhadap keselamatan ruang hidup warga masyarakat,di Provinsi Sumatera Utara sendiri ada 3 Perusahaan Raksasa salah satunya adalah PT.Dairi Prima Mineral di Kabupaten Dairi yang siap Membongkar Isi Perut Bumi di Kabupaten Dairi yang di nyatakan Rawan Gempa dan Rawan Bencana oleh para ahli.Apakah di Kabupaten Dairi menjadi tumbal Tambang berikutnya,seperti Testimoni perwakilan warga masyarakat di atas.

Peringatan Hari Anti Tambang (HATAM) ini merupakan rangkaian kegiatan yang di mulai sejak tanggal 29 Mei dengan menyiar di Radio GET FM,di lanjutkan dengan Seminar pada tanggal 30 Mei 2023 di Desa Bonian,Kecamatan Silimia Pungga-Pungga,Kabupaten Dairi,dan akan di lanjutkan dengan Pameran Foto di Kabupaten Sidikalang.(Redaksi/Zulkarnain.Lubis)