Jakarta|1kabar.com
Upaya pemulihan sektor pendidikan pascabencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Arief Martha Rahadyan, yang menilai langkah cepat pemerintah dalam memastikan keberlangsungan proses belajar mengajar merupakan bentuk nyata komitmen negara terhadap masa depan generasi bangsa.
Arief menyampaikan bahwa keberhasilan mengaktifkan kembali kegiatan pembelajaran di ribuan sekolah terdampak merupakan capaian strategis yang patut diapresiasi. Dari total 4.863 sekolah dengan berbagai tingkat kerusakan, proses pendidikan tetap berjalan melalui berbagai solusi adaptif, seperti penggunaan ruang kelas darurat hingga pemanfaatan fasilitas sekolah lain.Langkah ini menunjukkan bahwa negara hadir di tengah masyarakat, terutama dalam menjamin hak dasar pendidikan anak-anak, meskipun berada dalam situasi pascabencana,” ujar Arief.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja cepat pemerintah yang didukung oleh pendataan akurat serta kolaborasi lintas sektor, baik antara pemerintah pusat, daerah, maupun berbagai elemen terkait lainnya. Semangat Bangkit Bersama yang digaungkan dalam proses pemulihan ini menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlangsungan pendidikan sekaligus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur sekolah. Ini bukan hanya tentang pemulihan fisik bangunan sekolah, tetapi juga tentang menjaga keberlanjutan proses belajar, stabilitas psikologis siswa, serta harapan masa depan generasi muda di daerah terdampak,” jelasnya.
Arief mendorong agar upaya rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah dapat terus dipercepat dengan memperhatikan aspek kualitas dan ketahanan terhadap bencana di masa depan. Kita berharap pembangunan kembali sekolah tidak hanya sekadar menggantikan yang rusak, tetapi juga menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih aman, modern, dan tangguh terhadap risiko bencana,” tambahnya.
Arief juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung langkah pemerintah dalam pemulihan sektor pendidikan, sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam menciptakan generasi yang tangguh dan berdaya saing.
Dengan sinergi yang kuat dan komitmen berkelanjutan, pemulihan pendidikan di wilayah terdampak bencana diharapkan tidak hanya berjalan optimal, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun sistem pendidikan yang lebih resilien di masa mendatang.





