BeritaBerita TerkiniDaerahNasionalPolri

Data Pelanggaran Lalu Lintas di Kota Medan, Lawan Arus Tertinggi

272
×

Data Pelanggaran Lalu Lintas di Kota Medan, Lawan Arus Tertinggi

Sebarkan artikel ini

MEDAN | 1kabar.com

Masyarakat di Kota Medan masih banyak belum menyadari pentingnya  ketertiban lalu lintas khususnya pengendara melawan arus yang  dapat membahayakan diri sendiri dan juga pengendara lain.

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi dalam Dialog Pro Aspirasi Sumatera Utara (Sumut) di Studio Podcast RRI Medan mengatakan bahwa perilaku pengendara yang melawan arus di Kota Medan menggambarkan perilaku yang sembrono, tidak memperhatikan keselamatan dan merupakan perilaku menyimpang yang tidak baik.

Baca juga Artikel ini  Polri Tangkap Buronan Nomor 1 Thailand Chaowalit Thongduang, Ini Daftar Kejahatannya.!!!.

“Data pelanggaran lalu lintas tertinggi di Kota Medan adalah melawan arus, jadi data ini menggambarkan prilaku kita yang pertama sembrono kedua tidak memperhatikan keselamatan diri sendiri ataupun orang lain dan yang ketiga pasti ini perilaku menyimpang yang tidak baik,” kata Agung, Senin (03/06/2024).

Baca juga Artikel ini  Sumiyati Raih Gelar Doktor Sejarah Pranata Humas Pemko Langsa

Pelanggaran lalu lintas yang sangat memprihatinkan juga adalah pengendara dibawah umur yang banyak menelan korban jiwa karena tidak menggunakan helm.

“Pelanggaran kedua terbesar kita adalah anak-anak yang mengemudikan kendaraan dibawah umur. Begitu banyak anak-anak kita yang sebetulnya dia belum waktunya berkendara tapi memaksakan diri menggunakan kenderaan.  Tentu itu membahayakan karena kita tahu batasan umur penggunaan kendaraan itu bertujuan terkait keselamatan,” ujar Agung, Senin (03/06/2024).

Baca juga Artikel ini  Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Polres Langkat

Kapolda Sumut juga mengatakan bahwa yang paling besar penyebab kecelakaan kematian akibat benturan dikepala yang tidak pakai helm.

“Mari kita wujudkan lalu lintas kita yang smart karena sistimnya sudah diatur sedemikian rupa memanfaatkan teknologi dan sebagainya namun juga keterlibatan masyarakat sebagai pengguna jalan raya,” ungkap Agung. (Redaksi/Zulkarnain.Lubis)