BeritaBerita TerkiniDaerahNasionalPeristiwaPolriTNI

Modus Urus Masuk Akpol, Seorang Warga Medan Ngaku Ditipu Diduga Oknum TNI Hingga Rp. 4 Miliar

484
×

Modus Urus Masuk Akpol, Seorang Warga Medan Ngaku Ditipu Diduga Oknum TNI Hingga Rp. 4 Miliar

Sebarkan artikel ini

MEDAN | 1kabar.com

Lestina Boru Barus warga Jalan Parang III Gang Serasi, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan menjadi korban penipuan dengan iming-iming bisa meluluskan Anaknya masuk Taruna Akademi Kepolisian (Akpol).

Itu yang diduga dilakukan oleh Praka RL yang disinyalir Oknum Anggota TNI dan saat ini bertugas di Wilayah Hukum (Wilkum) Kodam I/BB.

Korban menyebut, aksi penipuan itu terjadi pada awal Bulan Oktober 2023 lalu. Di mana saat itu salah satu Anaknya mencoba mengikuti tes Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) di Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) sebanyak 2 kali.

“Jadi Anak Saya ini sudah 2 kali tes Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), namun tidak lulus. Jadi siapa sih yang tidak pengen Anaknya sukses,” ujarnya di depan Kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut), pada Selasa (25/06/2024) sore.

Dikatakan Lestina, proses pertemuannya dengan Praka (R) dijembatani salah seorang Wanita bernama Juliana Boru Purba. Kala itu, Juliana mengenalkan Lestina dengan terduga pelaku dan menyebut bisa membantu meluluskan Anak korban lewat jalur orang dalam.

Baca juga Artikel ini  Pemprov Bali Hadir’ Beri Bantuan Warga Kurang Mampu di Desa Bondalem

“Dia (Juliana) yang mengatakan sama Saya bahwa Anaknya lulus masuk Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) melalui jalur sisipan. Saya minta tolong sama dia. Kalau nanti ada lagi, bisa gak iya minta tolong Anak Saya dimasukkan lagi dan dia menjawab iya,” jelas Lestina dengan mata berkaca-kaca.

Diceritakan Wanita paruh baya ini, awal mula aksi penipuan itu terjadi pada 5 Oktober 2023 lalu. Saat itu Juliana menghubungi korban dan menanyakan apakah masih berminat Anaknya masuk Taruna Akademi Kepolisian (Akpol). Mendengar hal itu, Lestina mengaku berminat.

“Saya bilang mau, kalau ada jalan. Ada kesempatan kenapa tidak Saya bilang. Katanya ada. Jadi berapa Saya persiapkan Uangnya, dia bilang Rp. 3 Miliar. Saya bilang kalau Rp. 3 Miliar sekarang gak ada duit Saya. Uang Saya cuma sedikit kalau saat ini,” ujar Lestina menceritakan percakapan keduanya.

Baca juga Artikel ini  KADIV PAS Kanwil Kemenkumham Sumut Lakukan Monitoring dan Evaluasi di Rutan Kelas I Medan

Juliana pun mengatakan, Uangnya harus dibayar full dan dia juga membayar segitu saat mengurus Anaknya masuk Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dan terakhir pembayarannya hari itu juga.

“Dia bilang bayarnya harus sore ini. Karena ini hari terakhir, ada penerimaan satu lagi jalur sisipan masuk Taruna Akademi Kepolisian (Akpol). Jadi Kakak datang ke Magelang bawa Uangnya, Kwitansi, Materai dan Anaknya. Sampai di sini, Kakak kasih Uangnya. Anak Kakak langsung masuk, gitulah dibilang Juliana,” ujar Lestina.

Mendengar hal itu, Lestina berembuk dengan pihak keluarganya dan mengumpulkan Uang sebesar Rp. 1,4 Miliar dan sore itu juga tanggal 5 Oktober Lestina berangkat ke Jakarta dengan tujuan Magelang.

Setibanya di Magelang, tepatnya pada tanggal 6 Oktober 2023, Juliana menghubungi korban dan mendatangi Hotelnya menginap. Di sana lah Uang sebesar Rp. 1,6 Miliar diserahkan ke R dan Juliana bersama seorang Wanita lainnya.

Baca juga Artikel ini  Sambut Hari Bhayangkara ke 78 Dengan Penanaman Pohon Mangrove.

“Pembayaran memang Saya cicil. Pertama Saya bayar Rp. 1,4 Miliar disaksikan Juliana, Desy boru Purba dan Rasiden. Dia (R) yang menulis Surat Kwitansi itu 1,4 Miliar. Seminggu berikutnya Saya bayar lagi sama dia karena diminta. Saya bayar lagi Rp. 1,6 Miliar. Jadi pembayaran Saya kedua totalnya Rp. 3 Miliar,” pungkas Lestina lagi.

Lanjutnya, pada tanggal 30 Oktober 2023, R minta Uang lagi Rp. 1 Miliar dan diberikan.

“Dia mengganti Kwitansi pembayaran Saya. Setiap membayar, Kwitansi diganti,” paparnya.

Tepatnya tanggal 31 Oktober 2023, Lestina mencoba menghubungi R menanyakan nasib Anaknya, namun R meminta waktu 2 hari lagi untuk diurus.

“Katanya kasih waktu 2 hari. Saya bilang, kalau bisa-bisa, kalau enggak-enggak pun gak papa, besoknya gak aktif lagi Handphone (HP) nya,” ungkap Lestina.(***)