MEDAN | 1kabar.com
Ruang ATCS Kota Medan, Jalan Balai Kota Medan, menjadi saksi sebuah pertemuan sarat makna. Sejumlah Petugas Haji Daerah Kota Medan Tahun 2026 duduk berhadapan dengan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, membawa harapan ribuan jamaah yang sebentar lagi akan menunaikan perjalanan spiritual paling sakral dalam hidup mereka.
Pertemuan itu berlangsung dalam suasana tenang, namun penuh kesadaran akan tanggung jawab besar yang menanti. Bagi para petugas, tugas ini bukan sekadar penugasan administratif, melainkan amanah untuk menjaga kenyamanan, keselamatan, dan kekhusyukan jamaah haji asal Kota Medan sejak berangkat hingga kembali ke tanah air.
Dalam arahannya, Rico Waas menekankan bahwa para petugas yang terpilih adalah individu-individu dengan keilmuan dan integritas yang telah melalui proses seleksi. Kepercayaan tersebut, menurutnya, harus dijaga dengan kerja nyata dan kehadiran penuh di tengah jamaah.
“Bapak-Bapak yang hadir disini kami pandang memiliki kapasitas dan tanggung jawab besar dalam mendampingi masyarakat. Kepercayaan ini kami titipkan agar jamaah Kota Medan benar-benar terlayani dengan baik,” kata Rico Waas.
Suami Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Medan ini, juga menyoroti pentingnya komunikasi yang solid antarpihak, terutama dalam mengantisipasi persoalan nonteknis yang kerap muncul. Kekhawatiran jamaah terhadap keluarga yang ditinggalkan di rumah, lanjutnya, perlu menjadi perhatian bersama.
“Kalau ada jamaah yang gelisah karena rumah ditinggal, jangan dibiarkan. Koordinasikan dengan camat, lurah, hingga kepala lingkungan. Pastikan rumah aman, anak-anak terpantau, dan komunikasi berjalan baik. Pemerintah Kota (Pemko) Medan siap membantu,” tegasnya.
Dari pihak petugas, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan, Maulana Siregar, menyampaikan rasa syukur atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan. Ia menilai amanah tersebut sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab moral yang harus dijalankan sepenuh hati.
“Dukungan Pak Wali menjadi kekuatan bagi kami. Ini adalah hadiah terbesar sekaligus amanah. Insya Allah akan kami jalankan sebaik mungkin,” ucap Maulana.
Pertemuan sore itu ditutup dengan tekad yang sama, menjadikan pelayanan haji bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk pengabdian. Dari ruang ATCS Kota Medan, komitmen itu mengalir, mengiringi langkah para jamaah menuju Tanah Suci dengan rasa aman, tenang, dan penuh keyakinan.(inn0101)





