Denpasar | 1Kabar.Com
Bertajuk Nadi Cita Tampaksiring. Komunitas Seniman Tampaksiring yang bernama Amarawati Art Community menggelar Pameran di Griya Santrian Gallery pada jumat (14/11/2025).
Nadi Cita Tampaksiring dimaknai sebagai aliran kreativitas perupa Tampaksiring. Aliran kreativitas yang tumbuh dari lokus dan situs yang bermuara pada budaya dan ekspresi visual masyarakatnya yang tercermin dari tumbuhnya para perupa baik secara akademis maupun otodidak yang melahirkan ekspresi seni seperti seni ukir tulang, seni ogoh ogoh, seni lukis, seni patung dan lain sebagainya.
Amarawati Art Community di Santrian Gallery kali ini menampilkan bentuk karya yang beragam. Tidak hanya seni lukis, ataupun seni patung tapi juga seni ukir, instalasi hingga ogoh ogoh.

“Dalam pameran ini tidak saja keragaman karya visual berdasarkan ekspresi personal, tetapi juga akumulasi kreativitas tiap perupa lintas generasi, disiplin, media, serta dimensi rupa,” Kurator seni asal Tampaksiring I Made Susanto Dwitanaya.
Pameran ini merepresentasikan bagaimana dinamika kreativitas yang terlahir di Tampaksiring sebagai lokus budaya yang dikenal memiliki situs kesejarahan yang membentang dari era Bali kuno hingga kini.
“Pameran ini ingin memotret keseharian para perupa Tampaksiring dalam mengekspresikan dan mengaktualisasikan dirinya sebagai perupa. Ada yang menekuni seni ukir tulang, ada pula yang menekuni seni anyaman bambu, ” Terang nya
Pameran ini sekali lagi adalah sebuah ruang perayaan atas budaya rupa bukan untuk ekslusifitas atau dikotomi fine art, craft, publik art. Tapi luruh dalam pembacaan sebagai budaya rupa yang tumbuh dari lokus dan situs,
Pada kesempatan tersebut, Ida Bagus Gede Sidharta Putra Owner Griya Santrian Gallery menjelaskan, keanekaragaman bentuk kesenirupaan yang ada di Bali adalah warisan yang tak ternilai bagi peradaban Bali.
“Griya Santrian Gallery selalu berupaya memberi ruang bagi segenap perkembangan seni rupa tersebut. Apa yang ditampilkan oleh para perupa yang tergabung dalam Amarawati Art Community Tampaksiring. Pada pameran ini, menunjukkan keragaman bentuk, media, dan artistik yang mencerminkan bagaimana dinamika kreativitas pelaku seni rupa yang ada di Tampaksiring.” Terang nya
Ia menyebut, Pameran ini tidak hanya membawa identitas personal perupanya tapi sebentuk dedikasi atas khasanah budaya visual yang berkembang di tanah kelahiran mereka yakni Tampaksiring.
“Maka dalam pameran kali ini kita akan melihat lukisan, patung, instalasi, ukiran tulang, hingga ogoh ogoh khas Tampaksiring, sebagai wahana untuk kita melihat bagaimana iklim seni rupa di Tampaksiring memberi warna tersendiri bagi seni rupa Bali.”tutupnya.
Sebanyak 80 karya baik itu seni lukis dan seni ukir akan dipamerkan di Griya Santrian Gallery selama sebulan dengan melibatkan generasi muda hingga tua dari 8 wilayah Tampaksiring. (van).





