Berita Terkini

Andi F. Noya Kunjungi Huntara di Aceh Tamiang, Dorong Kolaborasi Pemulihan Korban Bencana

197
×

Andi F. Noya Kunjungi Huntara di Aceh Tamiang, Dorong Kolaborasi Pemulihan Korban Bencana

Sebarkan artikel ini
Caption : Andy F Noya di dampingi direktur PTPN IV PalmCo Jatmiko memberikan bantuan pada peserta sekolah alam

Aceh Tamiang | 1kabar.com

Jurnalis senior sekaligus Founder Benihbaik.com, Andi F. Noya, mengunjungi kawasan hunian sementara (huntara) di Kebun Tanjung Sementoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Rabu (28/01/2026) menyesuaikan). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya melihat langsung kondisi warga terdampak bencana sekaligus memastikan keberlanjutan program pemulihan sosial, pendidikan, dan kemanusiaan di wilayah tersebut.
Huntara di Kebun Tanjung Sementoh merupakan fasilitas sementara yang dibangun oleh Danantara, sebuah kolaborasi sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) bersama mitra kemanusiaan. Kehadiran huntara ini menjadi titik harapan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana, sekaligus menjadi ruang transisi menuju hunian tetap yang direncanakan pemerintah daerah bersama pihak terkait.

Dalam kunjungan tersebut, Andi F. Noya didampingi Direktur PTPN IV PalmCo Jatmiko Krisna Santoso, Direktur PTPN IV Regional VI KSO Langsa Yudi Cahyadi, Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, serta perwakilan Polres Aceh Tamiang yang diwakili Kasat Intelkam Polres Aceh Tamiang. Rombongan meninjau sejumlah fasilitas huntara, berdialog dengan warga, serta melihat aktivitas anak-anak dan relawan di kawasan tersebut.

Andi F. Noya dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadirannya di Aceh Tamiang bukan sekadar kunjungan simbolis, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap proses pemulihan masyarakat terdampak bencana. Ia menekankan pentingnya memastikan bahwa bantuan kemanusiaan tidak berhenti pada tahap darurat, tetapi berlanjut hingga fase pemulihan sosial dan pendidikan.

Baca juga Artikel ini  Diduga Kutip Uang Rp. 15 Juta Per Kepala Desa di Padang Lawas, 3 Jaksa di Padang Lawas Dibawa ke Kejagung RI

“Saya hadir untuk memberi dukungan sekaligus melihat secara langsung sekolah alam yang tumbuh di tengah kawasan huntara ini. Di tengah keterbatasan, anak-anak tetap harus mendapatkan ruang belajar, ruang bermain, dan ruang tumbuh. Di sinilah solidaritas dan kolaborasi menjadi sangat penting,” ujar Andi F. Noya.

Menurutnya, sekolah alam di kawasan huntara bukan hanya sarana pendidikan, tetapi juga simbol ketahanan sosial masyarakat. Di tengah trauma bencana, aktivitas belajar menjadi cara untuk membangun kembali harapan, optimisme, dan kepercayaan diri anak-anak.

Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi kepada PTPN IV Regional VI KSO Langsa yang telah menyediakan lahan hak guna usaha (HGU) untuk pembangunan hunian sementara serta rencana hunian tetap bagi warga terdampak bencana.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada PTPN IV Regional VI KSO yang telah memberikan lahan HGU untuk huntara dan nantinya hunian tetap. Ini adalah bentuk kepedulian nyata yang sangat berarti bagi masyarakat,” kata Ismail.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap sabar, ikhlas, dan tawakal dalam menghadapi cobaan. Menurutnya, bencana adalah ujian yang harus dihadapi dengan keteguhan hati dan semangat kebersamaan.

Baca juga Artikel ini  Skandal Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Terdakwa Narkotika 214 Kilogram Kabur, Gerakan Mahasiswa Peduli Hukum dan Keadilan Sumatera Utara Murka

“Kami memahami bahwa kondisi saat ini tidak mudah. Namun, kami terus berupaya semaksimal mungkin agar hunian tetap bagi warga terdampak dapat segera dibangun. Pemerintah daerah tidak tinggal diam. Proses perencanaan dan koordinasi dengan berbagai pihak terus kami lakukan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur PTPN IV PalmCo, Jatmiko Krisna Santoso, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus bergerak membantu masyarakat terdampak bencana. Menurutnya, keterlibatan BUMN dalam program kemanusiaan merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat yang terdampak. PTPN IV bersama PalmCo dan mitra lainnya berkomitmen tidak hanya menyediakan lahan, tetapi juga mendukung proses pemulihan yang berkelanjutan,” ujar Jatmiko.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMN, relawan, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan dalam penanganan pascabencana. Tanpa sinergi yang kuat, program pemulihan tidak akan berjalan optimal.

Direktur PTPN IV Regional VI KSO Langsa, Yudi Cahyadi, juga menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung program hunian tetap bagi warga terdampak. Ia menyebut bahwa penyediaan lahan HGU untuk huntara dan huntap adalah bentuk komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan kehidupan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Baca juga Artikel ini  Babinsa Koramil 11/Bandar Baru Laksanakan Komsos dengan Tokoh Masyarakat Desa Jinjiem

Kunjungan Andi F. Noya ke kawasan huntara ini juga menjadi momentum refleksi bahwa bencana tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga luka sosial yang membutuhkan waktu dan perhatian untuk dipulihkan. Kehadiran tokoh publik, relawan, dan pihak swasta di tengah masyarakat terdampak menjadi simbol bahwa mereka tidak berjalan sendiri.

Di kawasan huntara, aktivitas warga mulai menggeliat. Anak-anak tampak mengikuti kegiatan belajar di sekolah alam, sementara orang tua berupaya menata kembali kehidupan sehari-hari. Meski hidup dalam keterbatasan, semangat gotong royong terlihat kuat di antara warga.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap pembangunan hunian tetap dapat segera terealisasi sehingga warga tidak terlalu lama tinggal di huntara. Hunian tetap diharapkan menjadi awal baru bagi masyarakat untuk membangun kembali kehidupan yang lebih layak dan bermartabat.

Kunjungan ini sekaligus menegaskan bahwa penanganan pascabencana bukan hanya soal membangun rumah, tetapi juga membangun harapan, memulihkan martabat, dan memperkuat solidaritas sosial. Kolaborasi antara pemerintah, BUMN, relawan, dan masyarakat menjadi fondasi penting untuk memastikan bahwa pemulihan tidak berhenti pada tahap darurat, tetapi berlanjut hingga masyarakat benar-benar bangkit dari bencana.

Acara tersebut ditutup dengan pembagian sepatu dan alat tulis kepada anak-anak sekolah alam yang ada di Huntara tersebut. (CT)