BeritaBerita TerkiniDaerahNasionalPemerintah

Angka Kemiskinan di Sumut Turun 0,80 Poin, Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni Apresiasi Kerja Sama Semua Pihak

180
×

Angka Kemiskinan di Sumut Turun 0,80 Poin, Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni Apresiasi Kerja Sama Semua Pihak

Sebarkan artikel ini

MEDAN | 1kabar.com

Angka kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengalami penurunan signifikan sebesar 0,80 poin, dari 7,99% pada Maret 2024 menjadi 7,19% pada September 2024. Penurunan ini tercatat sebagai yang tertinggi di Indonesia pada Tahun 2024, dengan angka kemiskinan tersebut setara dengan 1,11 Juta Jiwa atau berkurang sekitar 117,1 Ribu Jiwa dalam 6 (Enam) Bulan terakhir.

Baca juga Artikel ini  Camat Tanas Luas Panggil Warga Dan Aparatur Gampong Rayeuk Naleung Mediasi Terkait Konflik di Seupeng

Penjabat (Pj) Gubernur Sumut, Agus Fatoni, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara berbagai Perangkat Pemerintah dan Elemen Masyarakat di Sumatera Utara (Sumut). “Kita berhasil karena kekompakan kita, kerja keras kita, dan keberhasilan kita dalam melaksanakan kegiatan serentak yang sudah dicanangkan,” ujar Fatoni saat menghadiri Pers Rilis Berita Resmi Statistik Januari 2025 di Kantor BPS Sumut, Medan, pada Rabu (15/01/2025).

Baca juga Artikel ini  Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni Ingatkan Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Tidak Sekadar Formalitas

Fatoni menjelaskan bahwa gerakan serentak yang telah dilakukan, seperti penanganan kemiskinan ekstrem, pengendalian inflasi, pasar murah, pangan murah, dan pembangunan sanitasi, telah memberikan dampak positif terhadap pengurangan angka kemiskinan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPS Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Asim Saputra, mengungkapkan bahwa pengendalian inflasi di Sumut selama Tahun 2024 juga tercatat berhasil, dengan inflasi pada September 2024 hanya sebesar 1,4% (yoy). Asim menambahkan bahwa pengendalian inflasi menjadi salah satu faktor penting dalam menurunkan angka kemiskinan, yang penurunannya terlihat merata baik di daerah pedesaan maupun perkotaan.(***)