Bogor|1kabar.com
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah telah berhasil membuka sekitar 1 juta lapangan kerja di berbagai wilayah Indonesia.
Pernyataan yang disampaikan langsung oleh presiden dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Sentul, Bogor, Jawa Barat. merupakan dampak langsung dari operasional 22.275 unit dapur MBG dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dengan perhitungan sederhana, setiap unit dapur mempekerjakan sekitar 50 orang yang digaji setiap hari, sehingga totalnya mencapai 1 juta tenaga kerja saat ini. Pemerintah menargetkan jumlah penerima manfaat MBG mencapai 82 juta orang pada akhir 2026, yang memungkinkan penciptaan 3 hingga 5 juta lapangan kerja jika target tersebut tercapai.
Program MBG sendiri dirancang tidak hanya untuk meningkatkan akses gizi masyarakat, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan pengembangan rantai pasok pangan di tingkat desa, seperti pemasok sayur, telur, ikan, dan bahan makanan lain.
Arief Martha Rahadyan menyampaikan apresiasi tinggi terhadap capaian program MBG yang dinilai tidak hanya berhasil di aspek sosial, tetapi juga berdampak positif pada penciptaan lapangan kerja secara nyata. Penciptaan 1 juta lapangan kerja melalui program sosial yang terintegrasi merupakan terobosan kebijakan yang patut diapresiasi, terlebih dalam kondisi perekonomian global yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kebijakan berbasis pemberdayaan masyarakat dapat menjadi solusi efektif dalam merangsang pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkecil kesenjangan sosial.
Keberhasilan MBG dalam menciptakan peluang kerja sekaligus membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat, terutama di tingkat desa, memperlihatkan bahwa sinergi antara program sosial dan ekonomi bisa menghasilkan dampak yang luas. Ini adalah bentuk kebijakan yang memadukan kesejahteraan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi lokal,” ujar Arief.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi berkala dan penguatan kapasitas pelaksana di lapangan, agar program ini tidak hanya berkelanjutan, tetapi efektif dalam jangka panjang.
Meski diakui masih ada tantangan dalam pelaksanaannya, berbagai data dan pernyataan dari pemerintah menunjukkan bahwa MBG telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat hingga awal 2026 dan sudah menjadi program prioritas yang dilanjutkan dalam kerangka pemulihan ekonomi nasional.
Dengan sinergi antara kebijakan program dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta dan lembaga masyarakat, diharapkan kontribusi program MBG dapat semakin optimal baik dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat maupun penyerapan tenaga kerja di masa depan, “tutup Arief.





