BeritaDaerahPemerintah

Bangkitnya Generasi Z di Arena Qur’an: Kualitas MTQ Aceh Melesat di Tanah Rencong

112
×

Bangkitnya Generasi Z di Arena Qur’an: Kualitas MTQ Aceh Melesat di Tanah Rencong

Sebarkan artikel ini

Pidie Jaya|1kabar.com

Meureudu-Kegiatan MTQ Aceh ke‑37 yang berlangsung di Kabupaten Pidie Jaya mencatat lonjakan kualitas yang signifikan, demikian disampaikan oleh Ketua LPTQ Aceh, Prof. Dr. Armiadi Musa, M.A.

Ia menilai bahwa perhatian pemerintah, lembaga pembinaan, dan terutama antusiasme kaum muda telah menjadikan kompetisi ini sebagai momentum penting bagi syiar Al-Qur’an di Bumi Rencong.Kalau kita lihat dari semua sisi, MTQ kali ini jauh lebih bagus dari masa-masa sebelumnya,peningkatan jelas terlihat di cabang tilawah dan syahril Qur’an, peserta tampil dengan penghayatan yang lebih mendalam serta teknik yang lebih matang,”ujarnya.

Baca juga Artikel ini  Kebakaran Misterius di Rumah Hakim Pemimpin Sidang Tersangkut Kasus OTT Proyek Jalan di Paluta

Menariknya, fenomena yang paling menonjol adalah masuknya generasi Z ke dalam ranah pembinaan Al-Qur’an. “Antusias dari generasi muda luar biasa. Banyak calon qari dan hafiz baru lahir dari kalangan pelajar. Ini menandakan semangat literasi Al-Qur’an semakin tumbuh,” tegas Prof. Armiadi.

Baca juga Artikel ini  Puskesmas Meurah mulia Lakukan Kegiatan Lokalkarya Mini Tribulanan lintas Sektor,Bahas tengtang pelayanan kesehatan Dan Stunting

Meski demikian, ia tidak menutup mata terhadap sejumlah tantangan yang masih harus dihadapi. Salah satunya adalah perlunya penguatan pelaksanaan MTQ di tingkat kecamatan dan kabupaten yang kini terkendala anggaran. “Kita dulu pernah berada pada masa di mana MTQ kabupaten itu sangat semarak… Sekarang, justru ada daerah yang tidak lagi menyelenggarakan MTQ karena alasan dana,” ungkapnya.

Baca juga Artikel ini  Polres Bireuen Gelar Ape Kesiapan Tanggap Bencana 2025

Dalam konteks ini, pihaknya berharap agar pemerintah daerah terus memperkuat langkah strategis untuk pembinaan tilawatil Qur’an, baik melalui regulasi, alokasi anggaran, maupun dukungan lembaga-lembaga keagamaan. Dengan sinergi yang baik, ia optimistis bahwa Aceh akan terus menjadi pionir dalam pengembangan syiar Al-Qur’an dan pembinaan generasi Qur’ani.