Pidie Jaya|1kabar.com
Meureudu-Kegiatan MTQ Aceh ke‑37 yang berlangsung di Kabupaten Pidie Jaya mencatat lonjakan kualitas yang signifikan, demikian disampaikan oleh Ketua LPTQ Aceh, Prof. Dr. Armiadi Musa, M.A.
Ia menilai bahwa perhatian pemerintah, lembaga pembinaan, dan terutama antusiasme kaum muda telah menjadikan kompetisi ini sebagai momentum penting bagi syiar Al-Qur’an di Bumi Rencong.Kalau kita lihat dari semua sisi, MTQ kali ini jauh lebih bagus dari masa-masa sebelumnya,peningkatan jelas terlihat di cabang tilawah dan syahril Qur’an, peserta tampil dengan penghayatan yang lebih mendalam serta teknik yang lebih matang,”ujarnya.
Menariknya, fenomena yang paling menonjol adalah masuknya generasi Z ke dalam ranah pembinaan Al-Qur’an. “Antusias dari generasi muda luar biasa. Banyak calon qari dan hafiz baru lahir dari kalangan pelajar. Ini menandakan semangat literasi Al-Qur’an semakin tumbuh,” tegas Prof. Armiadi.
Meski demikian, ia tidak menutup mata terhadap sejumlah tantangan yang masih harus dihadapi. Salah satunya adalah perlunya penguatan pelaksanaan MTQ di tingkat kecamatan dan kabupaten yang kini terkendala anggaran. “Kita dulu pernah berada pada masa di mana MTQ kabupaten itu sangat semarak… Sekarang, justru ada daerah yang tidak lagi menyelenggarakan MTQ karena alasan dana,” ungkapnya.
Dalam konteks ini, pihaknya berharap agar pemerintah daerah terus memperkuat langkah strategis untuk pembinaan tilawatil Qur’an, baik melalui regulasi, alokasi anggaran, maupun dukungan lembaga-lembaga keagamaan. Dengan sinergi yang baik, ia optimistis bahwa Aceh akan terus menjadi pionir dalam pengembangan syiar Al-Qur’an dan pembinaan generasi Qur’ani.





