BeritaBerita TerkiniDaerahNasionalPeristiwaPolri

Bentrok Terjadi di Lahan Garapan di Jalan Selambo Desa Amplas, 2 Orang Dikabarkan Meninggal dan Krisis

584
×

Bentrok Terjadi di Lahan Garapan di Jalan Selambo Desa Amplas, 2 Orang Dikabarkan Meninggal dan Krisis

Sebarkan artikel ini

Deli Serdang | 1kabar.com

Bentrok terjadi di Lahan Garapan di Jalan Selambo, Desa Amplas, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang dini hari tadi. Akibat peristiwa itu, dua orang dilaporkan meninggal dunia. “Yang pasti ada peristiwa bentrok, sehingga dua meninggal dunia, satu meninggal dunia di lokasi, satu meninggal dunia di rumah sakit, itu informasinya,” kata Kapolsek Medan Tembung, Kompol. Jhonson Sitompul, Selasa (22/10/2024).

Baca juga Artikel ini  Al Shinta Mengawali Kampanye Di Lawang Kidul Dengan Senam Sehat Bersama Tiem Lawang Kidul

Beredar kabar bahwa ada kelompok geng motor yang terlibat dalam bentrok itu. Namun, Jhonson belum bisa memastikan hal itu. Dia menyebut pihaknya masih mengidentifikasi kelompok yang bentrok itu.

“Kalau bicara aksi sekelompok geng motor brutal, kita masih dalami ini iya, kami belum bisa identifikasikan itu kelompok mana dan siapa,” sebutnya.

Selain itu, Perwira Menengah Polri itu juga belum mengetahui pasti jumlah korban luka-luka akibat bentrok tersebut. Namun, dia mengatakan ada sejumlah orang yang dibawa ke Rumah Sakit (RS).

Baca juga Artikel ini  dr. H. Asri Ludin Tambunan Berikan Bantuan Ke Warga Tunanetra di Deli Serdang, "Terimakasih Reborn"

“Kita belum dapat info dari Rumah Sakit (RS), cuman ada yang diamankan, dibawa ke Rumah Sakit (RS),” jelas Jhonson, Selasa (22/10/2024).

Kanit Reskrim Polsek Medan Tembung, AKP. Japri Simamora mengatakan peristiwa bentrok itu terjadi sekira pukul 02.30 WIB, tadi. Dia mengatakan bentrok itu dipicu permasalahan tanah. Japri sekaligus membantah bahwa ada kelompok geng motor yang terlibat dalam bentrok itu.

Baca juga Artikel ini  DPC GRIB JAYA Kota Medan Salurkan Bantuan Sembako Kepada Korban Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Karo

“Jam setengah 3 (dini hari). Itu bukan sekelompok geng motor, itu masalah konflik lahan, antara penggarap. Kita nggak tahu dari pihak mana, yang pasti yang menggarap yang di situ yang diserang, yang membuka Posko di situ,” ujarnya.(***)