BeritaBerita TerkiniDaerahNasionalPemerintahPendidikanPolriTNI

BNN dan UI Paparkan Hasil Studi Kualitatif Budaya dan Kriminologis di 14 Lokasi Rawan Narkoba

137
×

BNN dan UI Paparkan Hasil Studi Kualitatif Budaya dan Kriminologis di 14 Lokasi Rawan Narkoba

Sebarkan artikel ini

JAKARTA TIMUR | 1kabar.com

Tim peneliti dari Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya (Puska-Budaya) Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI) dan Departemen Kriminologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI, memaparkan hasil Studi Kualitatif Budaya dan Kriminologis di 14 lokasi rawan Narkoba di Gedung Badan Narkotika Nasional (BNN), Cawang, Jakarta Timur, pada Jumat (10/10/2025).

Studi ini dilakukan dalam rangka penyusunan Penelitian Kualitatif 7 Wilayah Pesisir dan Perbatasan Rawan Narkoba yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui Deputi Bidang Pencegahan bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI).

Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, Suyudi Ario Seto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi antara Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Universal Indonesia (UI) yang terjalin sejak Tahun 2020 silam. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan lembaga akademik sangat penting untuk memperkuat landasan ilmiah dalam merumuskan arah kebijakan.

Baca juga Artikel ini  Peringatan Haornas ke-42 : Pemkab Deli Serdang Beri Penghargaan kepada 136 Atlet dan Pelatih Berprestasi

“Kerja sama dengan Lembaga Akademik seperti Universitas Indonesia (UI) memperkuat sinergi antara praktisi dan peneliti. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai modus serta dampak ekonomi dan politik penyalahgunaan narkoba di wilayah pesisir,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pencegahan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, Zainul Muttaqien, menjelaskan bahwa riset ini berangkat dari Indeks Kerawanan Narkoba Nasional yang dipetakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama unit terkait. Lebih lanjut Ia menjelaskan, riset ini dilakukan secara objektif dengan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan kajian kriminologi dan budaya lokal.

Baca juga Artikel ini  Pemkab Deli Serdang Berhasil Meraih Penghargaan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Terbaik Wilayah Sumatera

Ketua Tim Peneliti Universitas Indonesia, Dr. Junaidi, S.S., M.A., menyampaikan terima kasih kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) atas kepercayaan yang diberikan dalam melaksanakan studi ini. Pihaknya berharap hasil penelitian tersebut dapat memberikan perspektif baru dalam memahami dinamika penyalahgunaan Narkoba di tingkat komunitas.

“Penelitian ini melibatkan bidang ilmu kriminologi dan budaya. Kami berharap hasilnya bermanfaat dan membuka cara pandang baru terhadap permasalahan narkoba, bukan hanya dari sisi tempat, tetapi juga dari perilaku, interaksi sosial, dan kegiatan masyarakat,” tuturnya.

Baca juga Artikel ini  Sinergitas Keplor Dan Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Musholla Menjelang Bulan Ramadhan Tiba.

Studi kasus ini dilakukan di 14 kawasan prioritas rawan Narkoba yang terletak di 7 Provinsi di Indonesia, yakni Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Riau, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi dan Kalimantan Utara. Penelitian berlangsung sejak akhir Juli 2025 dengan mengusung pendekatan kualitatif kriminologis untuk menelaah tiga dimensi kerawanan Narkoba di masyarakat : dimensi statis, dimensi dinamis, dan dimensi penggerak.

Finalisasi hasil penelitian dijadwalkan akan berlangsung pada 24–25 Oktober mendatang, dan hasilnya akan segera dipublikasikan dalam waktu dekat sebagai bagian dari penguatan strategi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).(1kabar.com/Redaksi)