Subulussalam |1kabar.com Kepala Satuan Polisi Pamong Praja & Wilayatul Hisbah ( Kasatpol PP & WA ) Abdul Malik bersama jajarannya Nyaris lakukan perampasan barang milik orang lain tanpa dasar hukum dan menuding Warung Kopi milik warga tempat Maksiat, Rabu ( 16/7/2025 )
Pernyataan itu dilontarkan sejumlah warga masyarakat yang menyaksikan kejadian saat Kasatpol PP dan Jajarannya menyeruduk masuk kesebuah warung kopi pinggir jalan yang dulu dikenal dengan Terminal Terpadu Subulussalam tanpa salam, etika, dan mengedepankan arogansi layaknya preman;
Tidak hanya sebatas itu, Abdul Malik dengan nada emosi memerintahkan anggotanya mengangkut barang milik pribadi orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya karena saat itu pemiliknya meninggalkan warungnya membeli beras hendak menanak nasi buat 2 ( dua ) buah hatinya yang belum makan;
Warga masih bertanya – tanya yang dilakukan oleh Pol PP & WH itu operasi apa. Kalau penggerebekan, tempat itu terbuka dan hanya tempat para pelanggan minum kopi, tidak berbaur antara Laki – laki dan Perempuan, bahkan sebaliknya tim Pol PP & WH yang datang tanpa Salam dan Sopan santun itu justru bergabung dengan sejumlah wanita yang bukan Muhrimnya, ujar warga ramai geram
Abdul Malik itu ceroboh dan dia seharusnya mempertimbangkan setiap gerakan yang dilakukannya mempertaruhkan harga diri Walikota yang memberi amanah kepadanya menjabat sebagai Kepala Satuan ( Kasat ), nah bila sudah seperti ini kejadiannya yang malu Walikota seakan asal tunjuk pejabat menduduki posisi Kasat tanpa melakukan Bimbingan dan Pembekalan bagaiman seharusnya sikap seorang pejabat menjalankan tugasnya menghadapi masyarakat, tambah warga kesal
Naif dan terasa janggal H. Rasyid Bancin Walikota Subulussalam yang Notabenenya seorang Ustadz yang pasti memahami betul adap bertamu dan menjauhi prasangka tanpa bukti sehingga tidak merugikan kehormatan dan harga diri orang lain. Kalau nantinya warung kopi itu sepi dari pelanggan apakan Walikota sebagai pimpinan daerah yang menunjuk Abdul Malik sebagai Kasat bertanggung jawab memberikan belanja harian kebutuhan keluarga pemilik warung, tanya warga
Bertepatan disaat penyerobotan warung kopi warga diduga tanpa etika oleh Kasat Pol PP & WA beserta jajarannya ada beberapa orang Wartawan mengkonfirmasi disaat itu juga tentang nama Kegiatan Operasi dadakan itu, Maksud dan Tujuannya, Kasat malah enggan memberikan keterangan seakan itu program pribadi bersifat Prifasi ( Agenda Pribadi ) padahal melibatkan Jajaran dan unsur Muspika Kecamatan Simpang Kiri, kota Subulussalam
Pemilik warung yang enggan disebut namanya menyatakan keberatan atas sikap Abdul Malik terhadap diri dan usahanya, pihaknya meminta Walikota Subulussalam bertanggung jawab bila pendapatan usahanya menurun karena diduga tidak becus memilih Kastopl PP & WA yang Arogan, tidak tau sopan santun, serta berlagak preman
Redaksi: Syahbudin Padank





