Aceh Selatan | 1kabar.com
Hujan tak kunjung berhenti. Langit Aceh Selatan sejak beberapa hari terakhir seolah runtuh, mencurahkan air tanpa jeda. Di tengah cuaca muram itu, bencana kembali mengintai. Tebing Gunung Batu Hitam di Kecamatan Tapaktuan mendadak longsor, melepaskan batu-batu besar dan batang pohon raksasa yang langsung menutup badan jalan pada Selasa, 25 November 2025.
Dalam hitungan menit, jalur vital itu lumpuh total. Puluhan kendaraan terjebak dalam antrean panjang. Pengendara panik dan waspada, menatap tebing yang masih basah tak ada yang tahu kapan tebing itu kembali jatuh.
Mendapat laporan dari masyarakat, Polres Aceh Selatan tak menunggu waktu. Di bawah hujan deras, AKP Andria Hariza Nugraha, SST memimpin pasukan menuju lokasi, bersama Iptu Rusyudi Fauzar, Iptu Muhammad Akhir, dan Pasi Ops Kodim 0107/Asel. Langkah mereka cepat, lampu rotator memantul di antara kabut dan lumpur sebuah tanda bahwa situasi darurat sedang berlangsung.
Personel Polri, TNI, dan BPBD bekerja bahu membahu. Satu unit alat berat (loader) didatangkan untuk memindahkan batu-batu berukuran raksasa. Deru mesin memecah suara hujan, sementara komando petugas menggema, menunjukkan betapa gentingnya upaya penyelamatan jalur tersebut.
Tanah yang masih labil membuat setiap detik terasa menegangkan. Petugas harus terus mengawasi tebing yang tampak seolah siap runtuh kembali. Namun mereka tetap bertahan, menantang bahaya demi membuka akses masyarakat.
Setelah dua jam yang terasa panjang, titik longsor akhirnya terbebas dari material. Jalan kembali dapat dilalui, dan arus lalu lintas perlahan pulih. Syukurnya, tidak ada korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan.
Meski demikian, personel Polres Aceh Selatan tidak langsung meninggalkan lokasi. Mereka tetap siaga, mengatur arus kendaraan dan mengawasi area longsor untuk mencegah tragedi susulan.
Hingga saat ini curah hujan di Aceh Selatan dan beberapa kecamatan masih diguyur hujan.
Pres: Syahrul Amin





