BeritaBerita TerkiniDaerahEkonomiInternasionalNasionalOpiniPemerintahPeristiwaPolriTNI

Jalur Nasional Lumpuh Total, Tokoh Aceh Singkil Minta Bantuan Helikopter Kapolda untuk Tembus Isolasi Banjir

135
×

Jalur Nasional Lumpuh Total, Tokoh Aceh Singkil Minta Bantuan Helikopter Kapolda untuk Tembus Isolasi Banjir

Sebarkan artikel ini

Subulussalam-Singkil —1kabar.com. Banjir besar kembali melanda wilayah Aceh Singkil dan menciptakan situasi darurat yang makin memprihatinkan. Jalur Nasional yang menghubungkan Aceh Singkil dengan Kota Subulussalam terendam banjir dengan ketinggian mencapai 50–80 sentimeter membuat akses transportasi lumpuh total sejak beberapa hari terakhir. Akibatnya, ribuan warga dari sejumlah desa kini terisolasi dan mulai mengalami kesulitan memperoleh bantuan.

Di tengah kondisi yang kritis ini, tokoh masyarakat Aceh Singkil, Mualem, turun langsung menyampaikan permohonan bantuan kepada Kapolda Aceh. Ia meminta agar helikopter kepolisian dikerahkan untuk menembus wilayah-wilayah yang kini tidak memungkinkan dijangkau kendaraan darat.

“Kami benar-benar membutuhkan bantuan udara. Kondisi jalan sudah tidak bisa dilalui, dan warga di beberapa desa terjebak tanpa akses bantuan,” ungkap Mualem dalam keterangannya.

Akses Terputus, Warga Mulai Kehabisan Kebutuhan Pokok Banjir yang terjadi tidak hanya merendam jalan nasional, tetapi juga memasuki pemukiman warga di sejumlah desa, seperti Desa Ketapang Indah, Lae Pinang, dan beberapa titik rawan lainnya. Rendaman air yang tidak kunjung surut membuat warga semakin tertekan. Mereka membutuhkan bantuan mendesak, mulai dari makanan, air bersih, obat-obatan, hingga perlengkapan bayi.

Baca juga Artikel ini  Bhabinkamtibmas Polres Subulussalam Tinjau Lokasi Banjir Luapan Sungai Tambar Lihe

Sejumlah warga mengaku mulai kehabisan stok bahan pokok. Aktivitas ekonomi lumpuh, pasokan distribusi pangan terhenti, dan layanan kesehatan pun terkendala.

“Saya punya anak kecil, dan susu sudah hampir habis. Kami butuh bantuan secepatnya,” ujar seorang ibu rumah tangga yang mengungsi di rumah kerabat.

BPBD Kerahkan Tim Reaksi Cepat, Namun Terhambat Kondisi Lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil segera merespons dengan menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Tim ini bertugas melakukan pendataan korban, memantau perkembangan air, serta mengevakuasi warga yang berada di titik paling rawan. Namun, derasnya arus dan tingginya genangan air di jalur utama membuat pergerakan tim terbatas.

Baca juga Artikel ini  LSPR GelarJournalisme Short Courses Bertajuk Cek Fakta Hoaks AI Membangun Literasi dan Ketepatan Verifikasi di Era Kecerdasan

“Kami sudah menurunkan TRC sejak pagi, tetapi akses memang sangat sulit. Banyak titik yang sama sekali tidak bisa dilewati kendaraan,” kata salah satu anggota TRC.

Situasi ini membuat penyaluran bantuan logistik menjadi lambat dan tidak merata. Beberapa desa yang letaknya lebih jauh dari pusat kabupaten bahkan belum tersentuh bantuan sama sekali.

Helikopter Jadi Harapan Terakhir Dalam kondisi darurat ini, permintaan bantuan helikopter menjadi opsi paling realistis untuk memastikan warga tetap mendapat suplai kebutuhan dasar. Penggunaan helikopter juga diperlukan untuk membawa warga yang sakit atau membutuhkan penanganan medis segera ke fasilitas kesehatan.

Relawan di lapangan juga menyampaikan bahwa jumlah warga yang perlu dievakuasi terus bertambah. “Warga saat ini benar-benar membutuhkan bantuan segera. Banyak yang terjebak dan tidak bisa ke mana-mana,” ujarnya.

Baca juga Artikel ini  Anggota DPRK Aceh Singkil H. Sariman Turun Langsung Bantu Korban Banjir, Warga: “Beginilah Sosok Wakil Rakyat yang Kami Harapkan

Warga Menunggu Bantuan, Situasi Masih Belum Menentu Hingga berita ini diturunkan, sejumlah wilayah masih terendam dan belum ada tanda-tanda air akan surut. Curah hujan yang masih tinggi membuat situasi berpotensi memburuk dalam beberapa hari ke depan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, kepolisian, TNI, serta instansi terkait dapat bergerak cepat untuk menyalurkan bantuan, terutama melalui jalur udara. Harapan terbesar mereka adalah agar kondisi segera pulih dan jalur utama kembali dapat digunakan, sehingga roda perekonomian dan aktivitas warga bisa Normal kembali.

Untuk saat ini, keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas tertinggi di tengah ancaman banjir yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Redaksi: Syahbudin Padank, FRN Fast Respon counter Polri Nusantara