Deli Serdang | 1kabar.com
Kalau biasanya orang ke tempat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) cuma isi bensin, beli oli, atau numpang ke toilet, dan beda ceritanya ini dengan seorang pria ini asal Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang ini. Ia malah menjadikan toilet Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sebagai “ruang meeting eksklusif” untuk transaksi sabu-sabu.
Muhammad Sri Rafli (21 tahun), Warga Desa Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang tampaknya terlalu kreatif memilih lokasi bisnis. Bukannya buka lapak online, ia justru memilih kamar mandi ke tempat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jalan Pertahanan sebagai tempat jual beli barang haram.
Mungkin pikirnya, “Siapa juga yang curiga iya.?. Orang-orang kan fokus isi ke tempat Bahan Bakar Minyak (BBM).” Tapi sayangnya, polisi juga tidak kalah fokus.
Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Sumatera Utara yang sudah mendapatkan informasi soal pengedar yang meresahkan warga masyarakat, dan langsung melakukan penyamaran. Polisi pura-pura jadi pembeli. Transaksi pun disepakati. ya itu tadi, toilet Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Bayangkan suasananya. Orang lain antre buang air kecil, eh dibilik sebelah ada transaksi “paket spesial.”
Namun belum sempat transaksi selesai, polisi langsung menyergap. Rafli pun tak bisa lagi berdalih cuma “numpang pipis.”
Dari tangan tersangka, polisi menyita sabu-sabu seberat 2,56 gram dan uang tunai Rp. 100 ribu. Nilainya mungkin kecil, tapi risikonya besar. Apalagi kalau tempat transaksi seharusnya untuk hal-hal yang lebih, pribadi.
Menurut pengakuannya, barang tersebut didapat dari seseorang berinisial KO. Polisi pun bergerak cepat menuju rumah yang disebut-sebut sebagai atasan dalam jaringan itu. Namun saat didatangi, KO sudah tidak ditempat.
Sepertinya, yang satu ini lebih cepat “isi angin,” dan kabur duluan.
Kini polisi masih mengembangkan kasus tersebut dan memburu pihak lain yang terlibat. Sementara itu, toilet Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kecamatan Patumbak kemungkinan besar kembali ke fungsi awalnya : tempat istirahat sejenak, dan bukan tempat rapat bisnis ilegal.(inn0101)





