BeritaDaerah

KMB Gampong Moderasi Beragama di Pulo Ara Geudong Teungoh Berjalan Lancar

147
×

KMB Gampong Moderasi Beragama di Pulo Ara Geudong Teungoh Berjalan Lancar

Sebarkan artikel ini

Bireuen |1kabar.com 

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bireuen menggelar kegiatan Dialog Kampung Moderasi Beragama (KMB) pada Selasa, 20 Mei 2025, bertempat di Meunasah Gampong Pulo Ara Geudong Teungoh, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen.

Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban ini dihadiri oleh perwakilan umat beragama, di antaranya Edy Yung selaku tokoh Buddha yang diundang langsung oleh Kemenag. Turut hadir pula unsur aparatur gampong, lembaga Tuha Peut, Tuha Lapan, para kepala dusun, serta tokoh pemuda setempat.

Baca juga Artikel ini  Polda Sumut Berhasil Gagalkan Peredaran Narkoba 100 Kg Sabu yang Dikemas dalam Bungkus Kopi, Empat Tersangka Jaringan Narkoba Antar Provinsi Ditangkap dan Dua DPO Terlibat

Dialog ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya moderasi beragama, memperkuat toleransi serta kerukunan antarumat beragama, dan mengembangkan budaya hidup rukun di tingkat kampung.

Kemenag berharap kegiatan ini menjadi ruang dialog dan refleksi bersama untuk berbagi pengalaman, membahas tantangan serta mencari solusi dalam memperkuat moderasi beragama. Kerja sama lintas elemen masyarakat menjadi kunci suksesnya implementasi nilai-nilai moderasi dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga Artikel ini  Masyarakat Diimbau Waspadai Penipuan Modus Chat WhatsApp dan Media Sosial Mengatasnamakan Kapolres Aceh Tengah

“Kementerian Agama adalah rumah bagi semua umat beragama. Nilai-nilai moderasi sejalan dengan konstitusi negara, khususnya Pasal 29 UUD 1945 dan Qanun Nomor 4 yang menegaskan pentingnya saling menghormati antarumat beragama,” ujar perwakilan Kemenag Bireuen dalam sambutannya.

Pj Keuchik Gampong Pulo Ara Geudong Teungoh menyambut baik penetapan gampongnya sebagai Gampong Moderasi. Ia menyatakan bahwa posisi strategis gampong sebagai pintu gerbang menuju Kabupaten Bireuen menjadikannya layak menjadi contoh dalam merawat keberagaman dan semangat gotong royong.

Baca juga Artikel ini  Somasi Jilid III Berbuah Hasil, DPRK Langsa Siap Bentuk AKD dan Jadwal Pelantikan WaliKota

“Kampung moderasi bukan hanya soal kerukunan, tetapi juga membuka ruang kerja sama, termasuk di bidang ekonomi. Ini menjadi tanggung jawab bersama sebagai masyarakat yang majemuk,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan suasana penuh kekeluargaan, menunjukkan bahwa kebersamaan dalam keberagaman dapat terwujud bila dilandasi dengan saling menghargai dan semangat kebersamaan.

(Nurdin Ismehram)