Berita TerkiniDaerahNasionalPemerintahPendidikan

Komite III DPRD RI Tinjau Langsung PON XXI di Sumut dan Temukan Beberapa Venue Belum Siap, Usulkan PON di Satu Provinsi Saja

300
×

Komite III DPRD RI Tinjau Langsung PON XXI di Sumut dan Temukan Beberapa Venue Belum Siap, Usulkan PON di Satu Provinsi Saja

Sebarkan artikel ini

MEDAN | 1kabar.com

Seluruh Anggota bersama Pimpinan Komite III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Republik Indonesia (DPRD RI) yakni Hasan Basri, Muhammad Muslim Yatim dan Abdul Hakim melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Sumut dalam rangka Pengawasan atas Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut Tahun 2024. Kesempatan ini dipergunakan oleh Anggota Komite III untuk melihat beberapa Pertandingan yang berlangsung sekaligus tinjauan pada Venue Pertandingan.

Selain di Sumatera Utara (Sumut) Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut Tahun 2024 juga dilaksanakan di Aceh. Senin malam, (09/09/2024), secara resmi Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut Tahun 2024 telah dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) di Aceh. Sumatera Utara (Sumut) akan menjadi lokasi penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON). Sebanyak 33 Cabang Olahraga (Cabor) di pertandingkan pada Venue yang tersebar di 10 Kabupaten/Kota di Aceh. Sedangkan di Sumatera Utara (Sumut) akan di pertandingkan 34 Cabang Olahraga (Cabor) pada Venue yang tersebar di 9 Kabupaten/Kota.

“Untuk perhelatan besar dan skala Nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), kami kecewa dengan kesiapan Sarpras yang ada. Hingga saat ini terutama Stadion Utama yang digunakan untuk Pertandingan Atletik selain acara penutupan, belum selesai pembangunannya. Padahal proyek ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat Kementerian PUPR. Saya ragu apakah dalam waktu 10 hari kedepan, pengerjaannya bisa selesai 100%. Bagaimana dengan kondisi Venue lainnya yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Daerah,” ujar Hasan Basri, Ketua Komite III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Republik Indonesia (DPRD RI) kepada wartawan saat menonton Pertandingan Bulu Tangkis di Gelanggang Olahraga (GOR) PBSI Medan, Selasa (10/09/2024).

Baca juga Artikel ini  Arief Martha Rahadyan Apresiasi Kinerja Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Pangan dalam Momentum Idul Fitri 1447 H/2026 M

“Di Gelanggang Olahraga (GOR) ini misalnya. Pencahayaan baik, tapi suhu udara cukup panas. AC yang ada tidak cukup untuk membuat suhu jadi nyaman karena kipas angin yang ada di beberapa tiang tidak berfungsi. Kondisi tidak nyaman ini akan berpengaruh pada stamina Atlit yang sedang berlaga. Mereka jadi cepat berkeringat dan lelah. Untungnya Saya melihat kondisi ini tidak mengurangi semangat mereka untuk berlaga,” tambah Hasan Basri.

Menanggapi pernyataan senator Kalimantan Utara itu, Dedi Iskandar Batubara senator Sumatera Utara (Sumut), yang turut mendampingi rombongan Komite III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Republik Indonesia (DPRD RI), menyampaikan bahwa hingar bingar Pesta Demokrasi seperti Pemilihan Umum (Pemilu), Pemilihan Presiden (Pilpres) pada Februari silam dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada November mendatang ini seharusnya tidak menjadi penghalang kesiapan tuan rumah pada PON XXI Aceh-Sumut Tahun 2024.

Baca juga Artikel ini  Kontrak Berakhir Desember 2025, Proyek Pustu Bebesen Rp733 Juta Masih Dikerjakan di 2026, Akses Jalan pun Belum Ada

Yang Saya ketahui memang terjadi beberapa penyesuaian Anggaran untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) untuk Sumatera Utara (Sumut). Bukannya bertambah justru berkurang, terutama yang bersumber dari APBN. Dinamika Politik juga sangat tinggi terkait pertarungan beberapa Tokoh penting dan Pejabat Publik untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Tapi jika semua pihak di tingkat Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota punya visi dan misi yang sama tentang pentingnya Pekan Olahraga Nasional (PON), hal-hal tersebut bukan persoalan besar. Dengan koordinasi, sinergi dan komunikasi yang baik semua persiapan akan selesai tepat waktu. Grand Desain besar yang harus di ke depankan adalah bahwa Pekan Olahraga Nasional (PON) sebagai ajang untuk meningkatkan prestasi Olahraga dan menjaring Bibit Atlet potensial,” tegas Dedi.

Kekecewaan lain juga diungkapkan oleh Muhammad Muslim Yatim dan Hafidh Asrom. Kedua senator asal Sumatera Barat dan DI Yogyakarta itu mengungkapkan perihal keluhan kontingennya atas fasilitas penginapan yang nampak tidak berstandard sama. Beberapa Atlet ditempatkan pada Hotel bukan berbintang. Sebagian Atlit Putri DI Yogyakarta bahkan harus berhadapan dengan kebocoran di kamarnya saat hujan datang beberapa hari lalu.

Setelah Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut Tahun 2024 selesai, ada hal penting yang juga harus diperhatikan menyangkut Maintenance Veneu yang telah dibangun. Mengulang dan menegaskan amanat Presiden Republik Indonesia (RI), Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) pada pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON), Hasan Basri berharap Pemerintah Daerah dapat merawat seluruh Venue yang telah dibangun dan direnovasi untuk gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh dan Sumut. Berbagai fasilitas tersebut juga harus dimanfaatkan untuk meningkatkan prestasi Atlet-Atlet dari berbagai Cabang Olahraga (Cabor) agar mampu berprestasi di kancah Nasional dan Internasional.

Baca juga Artikel ini  Arief Martha Rahadyan Soroti Kinerja Kabinet Prabowo–Gibran: Fokus pada Program Prioritas dan Reformasi Nyata

“Untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII mendatang telah ada beberapa Provinsi yang mengajukan diri sebagai tuan rumah seperti Lampung, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Namun kabarnya Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur yang akan menjadi tuan rumah pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 mendatang. Jika memang telah ditetapkan demikian, kami berharap kedua Provinsi tersebut dapat mempersiapkan diri sejak jauh hari. Akan tetapi jika perihal kerjasama, koordinasi dan sinergi menjadi persoalan, perlu dipertimbangkan Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang hanya di satu Provinsi saja,” timpal Hasan Basri menutup wawancaranya.(***)