BeritaPendidikan

Mahasiswa KKN Kemanusiaan UNSAM dan UNY Fokus Pemulihan Pascabanjir di Desa Tanjung Neraca

187
×

Mahasiswa KKN Kemanusiaan UNSAM dan UNY Fokus Pemulihan Pascabanjir di Desa Tanjung Neraca

Sebarkan artikel ini

Aceh Tamiang | 1kabar.com — Sekelompok mahasiswa dari Universitas Samudra (UNSAM) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang tergabung dalam program KKN Kemanusiaan mulai menjalankan pengabdian di Kampung (Desa) Tanjung Neraca, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, pascabanjir yang melanda wilayah tersebut.

Memasuki dua pekan pelaksanaan dimulai sejak Sabtu 10 Januari 2026, berbagai program kemanusiaan telah dilaksanakan untuk mendukung proses pemulihan masyarakat.

Baca juga Artikel ini  Kapolrestabes Medan Pimpin Upacara Sertijab Sejumlah PJU dan Kapolsek Jajaran Polrestabes Medan

Ketua KKN Kemanusiaan Kelompok 3 Desa Tanjung Neraca Nabil Elfan menjelaskan kehadiran mereka membawa beberapa misi utama yakni pembersihan fasilitas umum, pendampingan pendidikan pasca bencana, dan melaksanakan kegiatan psikososial di desa.

Di sisi lain, Datok Penghulu Kampung Tanjung Neraca M. Ramli menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN Kemanusiaan di desanya. Menurutnya, mahasiswa mampu berbaur dengan warga dan menjalankan kegiatan secara terarah melalui koordinasi dengan pemerintah desa.

Baca juga Artikel ini  Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai Politik, Hukum Masih Abu-Abu, Politik Tetap Penuh Harapan yang Menggantung

“Alhamdulillah sejauh ini sangat baik, harapannya kita harus ada motivasi berjenjang, bagaimana agar hari ini lebih baik dari hari kemarin dan besok harus lebih baik dari hari ini”, ungkap Ramli, Selasa (20/1).

Baca juga Artikel ini  Dinilai Lecehkan Media Lokal Dan Cederai Kemerdekaan Pers Ketua PORWAGA Kecam Pernyataan Wakil Bupati Aceh Tengah

Program KKN Kemanusiaan ini direncanakan akan terus berlangsung selama beberapa pekan ke depan. Mahasiswa berharap kehadiran mereka dapat memberikan manfaat nyata serta mempercepat proses pemulihan sosial masyarakat Desa Tanjung Neraca pascabanjir.

Sumber : Fatih Rahman