Berita TerkiniDaerah

Masyarakat Bireuen Gerah terhadap Pihak yang Melecehkan Bupati Soal Persiapan Pernikahan Anak

555
×

Masyarakat Bireuen Gerah terhadap Pihak yang Melecehkan Bupati Soal Persiapan Pernikahan Anak

Sebarkan artikel ini

Caption : Tu Banta salah satu tokoh masyarakat dan politikus dikabupaten Biereuen

Bireuen | 1kabar.com

Masyarakat Kabupaten Bireuen menyampaikan rasa gerah dan kekecewaannya terhadap oknum-oknum yang dinilai melecehkan Bupati Bireuen, Mukhlis Takabeya, terkait persiapan pesta pernikahan anaknya. Bagi masyarakat dan aparatur pemerintahan, keterlibatan dalam menyukseskan hajatan pribadi kepala daerah adalah bentuk kebersamaan dan penghormatan terhadap pemimpin.

Baca juga Artikel ini  Polrestabes Medan Berhasil Tangkap Bandar Besar Narkoba MJ di Bagan Percut Sei Tuan : 380 Gram Sabu, Bong, Timbangan dan Senapan Angin Diamankan

“Kalaupun tidak diminta, sebagai aparatur pemerintah yang berada di bawah kepemimpinan Bupati Mukhlis, tentu sudah menjadi bagian dari sikap gotong royong dan tanggung jawab moral untuk membantu menyukseskan acara tersebut,” ujarĀ  Tu Banta salah satu tokoh masyarakat dan politikus Bireuen.

Apalagi, disebutkan bahwa Bupati berencana mengundang tamu-tamu penting, termasuk dari kalangan pejabat provinsi. Hal ini tentu memerlukan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari seluruh jajaran pemerintahan, agar nama baik Kabupaten Bireuen tetap terjaga.

Baca juga Artikel ini  Tiga CPNS Rutan Kelas I Medan Kanwil Ditjenpas Sumut Resmi Dilantik Jadi PNS

Warga menilai, peran serta aparatur dalam menyukseskan acara tersebut tidak perlu dipolitisasi. “Mau tidak mau, suka tidak suka, hari ini Mukhlis Takabeya adalah ikon Kabupaten Bireuen. Bila acara ini tidak berjalan baik, maka yang akan menanggung malu bukan hanya beliau secara pribadi, tetapi seluruh jajaran Pemkab Bireuen,” sambung warga lainnya.

Baca juga Artikel ini  Gabungan Geuchik, LSM, dan Organisasi SeKota Langsa Layangkan Somasi Jilid II ke DPRK

Wacana yang menyudutkan bupati dianggap tidak produktif dan tidak mencerminkan semangat persatuan. Justru momen seperti ini semestinya menjadi kesempatan memperkuat solidaritas, terlebih Kabupaten Bireuen dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. (CT/nurdin Ismehram)