Caption : Tu Banta salah satu tokoh masyarakat dan politikus dikabupaten Biereuen
Bireuen | 1kabar.com
Masyarakat Kabupaten Bireuen menyampaikan rasa gerah dan kekecewaannya terhadap oknum-oknum yang dinilai melecehkan Bupati Bireuen, Mukhlis Takabeya, terkait persiapan pesta pernikahan anaknya. Bagi masyarakat dan aparatur pemerintahan, keterlibatan dalam menyukseskan hajatan pribadi kepala daerah adalah bentuk kebersamaan dan penghormatan terhadap pemimpin.
“Kalaupun tidak diminta, sebagai aparatur pemerintah yang berada di bawah kepemimpinan Bupati Mukhlis, tentu sudah menjadi bagian dari sikap gotong royong dan tanggung jawab moral untuk membantu menyukseskan acara tersebut,” ujarĀ Tu Banta salah satu tokoh masyarakat dan politikus Bireuen.
Apalagi, disebutkan bahwa Bupati berencana mengundang tamu-tamu penting, termasuk dari kalangan pejabat provinsi. Hal ini tentu memerlukan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari seluruh jajaran pemerintahan, agar nama baik Kabupaten Bireuen tetap terjaga.
Warga menilai, peran serta aparatur dalam menyukseskan acara tersebut tidak perlu dipolitisasi. “Mau tidak mau, suka tidak suka, hari ini Mukhlis Takabeya adalah ikon Kabupaten Bireuen. Bila acara ini tidak berjalan baik, maka yang akan menanggung malu bukan hanya beliau secara pribadi, tetapi seluruh jajaran Pemkab Bireuen,” sambung warga lainnya.
Wacana yang menyudutkan bupati dianggap tidak produktif dan tidak mencerminkan semangat persatuan. Justru momen seperti ini semestinya menjadi kesempatan memperkuat solidaritas, terlebih Kabupaten Bireuen dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan. (CT/nurdin Ismehram)





