Berita

Nikson Nababan Siapkan Sejumlah Program Jika Peroleh Dukungan Sumut 1

275
×

Nikson Nababan Siapkan Sejumlah Program Jika Peroleh Dukungan Sumut 1

Sebarkan artikel ini

Sumatera Utara | 1kabar.com

Nikson Nababan telah menyiapkan berbagai program jika terpilih menduduki Kursi Nomor : 1 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Program-program itu sejatinya merupakan replikasi dari keberhasilan yang telah ia capai saat memimpin Bupati Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) pada periode 2014-2021.

Nikson Nababan telah mengamati kebutuhan masyarakat di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) serupa dengan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), yakni pelayanan kesehatan, pelayanan birokrasi, pendidikan, dan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan terutama masyarakat berpenghasilan rendah.

Sementara, DNA Provinsi tersebut secara umum terbagi dua, yaitu pertanian dan maritim. “Nah, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terdiri dari 33 Kabupaten Kota. Sangat berpotensi jadi lumbung pangan nasional,” ucapnya kepada wartawan melalui Zoom, Kamis malam, 6 Juni 2024.

Sedangkan permasalahan yang terjadi selama ini, semua potensi itu belum dimanfaatkan dengan optimal. “Saya belajar di Labuan Bajo dan Raja Ampat, mereka sangat konsisten menjaga laut mereka walaupun tidak ada Peraturan Daerah (Perda). Sementara di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), terumbu karang dan mangrove banyak hancur. Harus ada konsep Peraturan Daerah (Perda) untuk revitalisasi,” kata dia.

Selain itu, Nikson Nababan mengingatkan bahwa kunci perekonomian adalah infrastruktur. “Jadi, harus ada konektivitas antara Kabupaten,” ucapnya. Konektivitas akan memudahkan penyaluran logistik, serta distribusi hasil perikanan dan pertanian.

Baca juga Artikel ini  RDP di DPRD Provinsi Sumut, Pengacara Tianas Situmorang Minta Pejabat PT. Bank Sumut Diganti

Selama memimpin Bupati Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Nikson Nababan memberi perhatian besar pada sektor pertanian. “Setiap Tahun kami Anggarkan dari APBD untuk beli taktor mini yang digunakan di pertanian. Juga beli traktor besar untuk mengolah lahan tidur,” katanya.

Khusus traktor besar, Nikson Nababan melanjutkan, solar dan gaji operator juga dianggarkan dalam APBD. Tugas traktor besar ini setiap hari membuka lahan tidur agar menjadi lahan produktif. “Hasilnya, selama 10 Tahun sudah 6.000 Hektare jadi lahan produktif.”

Nikson Nababan juga melakukan penetrasi pada lelang pertanian untuk menjamin harga cabai dan bawang merah. “Perusahaan Daerah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) harus terlibat mengelola sampai ke hilirisasi,” ucapnya.

“Jadi, di Provinsi Sumatera Utara kalau terpilih jadi Gubernur juga akan kita siapkan untuk mekanisme pertanian.”

Selanjutnya di sektor kesehatan, Nikson Nababan berambisi menghadirkan Rumah Sakit Internasional milik Pemerintah Daerah di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). “Sekelas Rumah Sakit yang di Penang, Malaysia. Tapi punya pemda, tidak usahlah milik Swasta karena nanti mengakibatkan ketidakadilan di masyarakat, jadi sulit berobat,” kata dia.

Rumah Sakit dengan standar tersebut telah ia buktikan di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarutung yang kini menjadi Pusat rujukan Regional untuk penyakit jantung dan hipertensi. “Kita datangkan Dokter Spesialis yang hebat. Kita kasih insentif yang lebih besar dibanding Kota Medan sehingga mau ke tempat kita. Terlihat, selama 3 (Tiga) Tahun berturut mampu menyumbang PAD di atas Rp. 40 Miliar,” tutur Nikson Nababan.

Baca juga Artikel ini  Tindak Lanjut Proses Hukum Kasus Pembunuhan Bayi di Kabupaten Simalungun, KBO Sat Reskrim Polres Simalungun Pimpin Rekonstruksi, 19 Adegan Diperankan

Sedangkan di tingkat pelayanan kesehatan dasar, sebelum ia menjabat Bupati Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) hanya ada delapan Puskesmas tersebar di seluruh Kabupaten dan beroperasi hanya sampai pukul 2 siang. “Sekarang ada 14 Puskesmas dan buka 24 Jam. Kita juga sediakan Instalasi Gawat Darurat (IGD), Ambulans, bahkan di setiap Desa ada Mantri dan Bidan,” katanya.

Bagaimana dengan tingkat pengangguran? Ihwal problem tersebut, Nikson Nababan ingin menghadirkan Balai Latihan Kerja (BLK) di setiap kabupaten. Pasalnya, ia sudah berhasil mencetak banyak pekerja di Kabupaten Tapanuli Utara.

“Kami punya Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Sekarang hasilnya banyak, sudah ada yang berangkat ke Jepang, Jerman, dan ada juga yang jadi ahli las lalu diterima bekerja di Jakarta,” ujar peraih gelar Doktor di Institut Pemerintahan Dalam Negeri atau IPDN pada Tahun 2023 itu.

Baca juga Artikel ini  Berkat Dukungan Penuh Pemerintah Daerah dan Warga, Pemulihan Pasokan Listrik Berjalan Optimal

Pelatihan kerja, kata Nikson Nababan, sangat penting. Ia prihatin membaca laporan di media yang menyebutkan tingginya angka pengangguran, terutama untuk generasi Z. “Karena itu, mereka harus diciptakan jadi mandiri, harus jadi pelopor dan bukan sekadar pelapor (di media sosial),” ucapnya.

Kendati begitu, semua rencana yang ia siapkan ini hanya mungkin terwujud jika Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memberi restu. Saat ini, Nikson Nababan menyebutkan, masih menunggu rekomendasi dari Mega, mengingat ada calon lain yang telah mendaftar ke Partai Banteng Moncong Putih itu, yaitu Eddy Rahmayadi sebagai petahana Gubernur Sumatera Utara.

“Apa pun hasil rekomendasi dari Ketua Umum PDI Perjuangan, kita tetap tegak lurus,” ujarnya. Namun, ia mengajak semua pihak termasuk masyarakat agar membuka mata dan hati nurani dalam menetapkan pemimpin yang tepat.

“Jangan karena kepentingan golongan lalu menafikan orang yang mau jujur berbuat untuk Provinsi ini. Kalau ada yang lebih mampu untuk menjalankan roda Pemerintahan dengan baik, jangan bohongi dirimu, mari kita bangun Sumatera Utara,” ujar Nikson Nababan.(zul nst)

Sumber : (nasional.tempo.co)