Pidie|1kabar.com
Sigli- Pemerintah Kabupaten Pidie lewat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mempertegas tekadnya dalam mendorong pendidikan berkualitas melalui penyelenggaraan Seminar Internasional dengan tema “Pidie dalam Manuskrip dari Masa ke Masa”, yang dilaksanakan di gedung PCC Kota Sigli,Rabu,17/9/25
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pidie, Yusmadi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa seminar ini bukan sekadar lembaga belajar dan menggali warisan manuskrip, tetapi juga bagian dari upaya Pemkab Pidie menjaga, memperkaya, dan memperkuat jati diri budaya lokal dalam pendidikan modern.
Seminar ini diharapkan menjadi wadah pemahaman manuskrip Nusantara, literasi lokal, serta memperkuat kecintaan pelajar dan masyarakat terhadap sejarah dan budaya di Pidie.
Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pidie meminta saling kerja sama lintas sektor, seperti akademisi, budayawan, sekolah, tokoh masyarakat dan penerbit manuskrip demi untuk mengembangkan bahan ajar yang berbasis lokal dan mengaktifkan penggunaan media digital dan publikasi daring agar warisan manuskrip makin dikenal luas,sehingga bisa diakses oleh generasi muda.
Yusmadi, S.Pd., M.Pd.,menekankan beberapa poin penting sebagai bagian dari visi misi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie:
- Melestarikan manuskrip lokal sebagai bagian dari warisan budaya yang mendidik generasi penerus.
- Meningkatkan literasi sejarah dan budaya di kalangan pelajar dan masyarakat umum.
- Membangun kesadaran kolektif bahwa budaya dan sejarah lokal merupakan aset penting dalam pembangunan karakter dan identitas.
- Mendorong inovasi kurikulum yang memasukkan nilai-nilai lokal, sekaligus mendukung perkembangan pendidikan inklusif dan modern.
Pemerintah Kabupaten Pidie melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan aktif mengambil peran strategis dalam:
- Menyediakan dan memberikan dukungan administratif untuk pelaksanaan seminar dan kegiatan budaya.
- Memfasilitasi kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi, lembaga budaya, perpustakaan dan pusat arsip.
- Mendukung pengembangan kurikulum berbasis budaya lokal serta literasi manuskrip dalam materi pembelajaran.
- Memastikan kegiatan pendidikan tidak hanya terpusat pada aspek akademik, tetapi juga memperkuat identitas budaya dan nilai-nilai lokal.
Dengan diselenggarakannya seminar internasional ini, Pemkab Pidie menunjukkan bahwa pendidikan dan budaya tidak bisa dipisahkan,keduanya saling memperkaya dan menjadi fondasi kuat dalam upaya membangun masyarakat yang cerdas, berbudaya, dan bermartabat.





