1.Kabar.com
Langsa, Aceh – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Langsa (Bea Cukai Langsa) mencatat kinerja positif dan berimbang sepanjang tahun 2025. Selain berhasil melampaui target penerimaan negara, institusi ini juga memperkuat peran pengawasan dan penindakan terhadap peredaran barang ilegal.
Hingga 31 Desember 2025, Bea Cukai Langsa membukukan total penerimaan sebesar Rp922.513.000 atau 503,27 persen dari target Rp183.304.000. Capaian tersebut didominasi sektor cukai sebesar Rp913.086.000 atau 519,74 persen dari target, sementara penerimaan bea masuk tercatat Rp9.427.000 atau 123,65 persen dari target.

Dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai Rp501,61 juta, realisasi penerimaan 2025 meningkat sebesar Rp420,90 juta atau tumbuh sekitar 83,9 persen secara tahunan (year on year).
Di bidang pengawasan, Bea Cukai Langsa menerbitkan lima Surat Bukti Penindakan (SBP) kepabeanan. Barang dan sarana pengangkut yang diamankan meliputi truk, mobil, puluhan sepeda motor, suku cadang, mesin kendaraan, satwa dan tumbuhan dilindungi, hingga barang konsumsi. Total nilai barang hasil penindakan kepabeanan diperkirakan mencapai ±Rp6,46 miliar.
“Sementara itu, di sektor cukai tercatat 79 penindakan terhadap 6.138.318 batang rokok ilegal. Melalui mekanisme ultimum remedium (UR), penyelesaian perkara menghasilkan Rp668.505.000, dengan estimasi nilai barang ±Rp11,27 miliar serta potensi kerugian negara ±Rp7,54 miliar.

Bea Cukai Langsa juga mencatat 18 penindakan kasus Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP) dengan barang bukti berupa methamphetamine, kokain, ganja, dan MDMA. Penindakan ini diperkirakan mencegah penyalahgunaan narkotika oleh ±1,16 miliar jiwa serta menghemat potensi biaya rehabilitasi negara hingga ±Rp1,87 triliun.
Dalam aspek penegakan hukum, sepanjang 2025 diterbitkan enam Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dengan enam tersangka. Seluruh perkara kepabeanan dan cukai ditangani hingga tahap P-21, sementara perkara NPP diserahkan kepada aparat penegak hukum terkait.

‘Selain itu, Bea Cukai Langsa juga aktif menjalankan fungsi industrial assistance melalui pembinaan UMKM, termasuk edukasi regulasi, konsultasi teknis, serta fasilitasi akses fasilitas kepabeanan guna meningkatkan daya saing produk lokal.
Tak hanya itu, Bea Cukai Langsa turut berperan dalam aksi kemanusiaan saat banjir melanda Kota Langsa dan Aceh Tamiang pada akhir 2025. Melalui Tim Bea Cukai Peduli, sebanyak ±19 ton bantuan logistik disalurkan, termasuk layanan kesehatan gratis bagi 444 warga serta dukungan pemulihan jaringan komunikasi.
Secara keseluruhan, kinerja tahun 2025 menunjukkan penguatan peran Bea Cukai Langsa dalam optimalisasi penerimaan negara, penegakan hukum, serta kehadiran nyata negara di tengah masyarakat.(*)
( Wan Atjeh)





