BeritaBerita TerkiniDaerahNasionalPemerintahPolitikPolriTNI

Presiden RI Prabowo Subianto Kumpulkan Ketum Parpol di Istana Negara Jakarta : DPR RI Dicopot, Tunjangan Dicabut, Perusuh Dihantam Tegas.!.

122
×

Presiden RI Prabowo Subianto Kumpulkan Ketum Parpol di Istana Negara Jakarta : DPR RI Dicopot, Tunjangan Dicabut, Perusuh Dihantam Tegas.!.

Sebarkan artikel ini

JAKARTA | 1kabar.com

Presiden Republik Indonesia, H. Prabowo Subianto mengumpulkan para Ketua Umum Partai Politik di Istana Negara, Jakarta Pusat. Isu gelombang demonstrasi hingga sikap Anggota DPR RI yang dinilai mencederai hati Rakyat menjadi topik utama pembahasan. Pertemuan berlangsung di Jakarta Pusat, pada Minggu (31/08/2025), dihadiri para Ketua Umum Partai Politik yang memiliki kursi di Senayan.

Berikut daftar Pimpinan Partai yang hadir di Istana Negara, Jakarta Pusat :

1). Ketua Umum DPP PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
2). Ketua MPR RI sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahmad Muzani.
3). Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).
4). Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
5). Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan.
6). Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh.
7). Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar.
8). Sekretaris Jenderal PKS M Kholid.

Selain itu, hadir pula Ketua DPR RI Puan Maharani dan Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin.

Baca juga Artikel ini  Bulog Sigli Hadirkan Gerakan Pangan Murah, Ahmad Fadly: Bukti Kepedulian untuk Masyarakat Pidie

1). Pimpinan DPR RI Sepakat Cabut Tunjangan Anggota DPR RI.

Prabowo Subianto mengungkapkan, dirinya menerima laporan dari para Ketua Umum Partai Politik terkait gejolak di masyarakat. Beberapa Partai bahkan sudah memberi sanksi kepada Anggota DPR RI mereka yang dianggap menyakiti hati Rakyat.

“Dalam rangka menyikapi aspirasinya murni masyarakat, saya menerima laporan bahwa Ketua Umum Partai Politik telah mengambil langkah tegas terhadap Anggota DPR RI masing-masing yang membuat pernyataan keliru,” ujar Prabowo Subianto.

Ia juga menyampaikan bahwa Pimpinan DPR RI akan mencabut sejumlah kebijakan, termasuk besaran tunjangan Anggota DPR RI dan Moratorium kunjungan kerja ke luar Negeri.

2). Jamin Pemerintah Dengar Aspirasinya Murni Rakyat.

Prabowo Subianto menegaskan, Pemerintah akan mendengar aspirasinya masyarakat. Negara, kata dia, menghormati kebebasan menyampaikan pendapat.

“Negara menghormati dan terbuka terhadap aspirasinya murni masyarakat,” tegasnya.

Prabowo Subianto juga memastikan aparat yang bersalah saat aksi demonstrasi telah diproses secara hukum oleh Polri dengan cara terbuka dan transparan.

Baca juga Artikel ini  FKUB Deli Serdang Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas, Aspirasi Diminta Disampaikan dengan Santun

3). Minta Panglima TNI-Kapolri Bertindak Tegas ke Perusuh.

Prabowo Subianto mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat harus dijaga. Namun, jika demonstrasi berubah menjadi anarkis, pemerintah wajib hadir menegakkan hukum.

“Aspirasinya boleh disampaikan, tapi jika berubah menjadi penjarahan, pembakaran fasilitas umum, hingga menelan korban jiwa, itu pelanggaran hukum,” tegasnya.

Ia memerintahkan Aparat TNI dan Polri menindak tegas pelaku perusakan, penjarahan, dan kerusuhan demi melindungi rakyat.

4). Perusak Fasilitas Umum Sama dengan Penghambur Uang Rakyat.

Prabowo Subianto kembali menekankan bahwa kerusakan fasilitas umum sama saja dengan menghamburkan uang rakyat.

“Sampaikan aspirasinya dengan damai, tanpa merusak, tanpa penjarahan. Kalau merusak fasilitas umum, artinya menghamburkan uang rakyat,” katanya.

5). Anggota DPR RI yang Bikin Pernyataan Keliru Dicopot.

Prabowo Subianto menegaskan langkah tegas sudah diambil : Anggota DPR RI yang membuat pernyataan keliru langsung dicopot.

Baca juga Artikel ini  Prajurit Kodim 0204/DS Tenangkan Korban Bencana di Desa Ujung Negeri Hulu

“Para Ketua Umum Partai Politik sudah mengambil sikap tegas, mencabut Anggota DPR RI dari keanggotaan,” ujarnya.

6). Singgung Ada Gejala Makar dan Terorisme.

Prabowo Subianto mengingatkan bahwa situasi ricuh sudah menunjukkan gejala makar dan terorisme. Ia memerintahkan Polri-TNI bertindak keras.

“Ada gejala makar dan terorisme. Untuk itu, aparat saya perintahkan mengambil tindakan setegas-tegasnya,” tandasnya.

7). Minta Pimpinan DPR RI Undang Mahasiswa.

Prabowo Subianto meminta pintu DPR RI dibuka bagi kelompok Masyarakat dan Mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasinya mereka.

“Pimpinan DPR RI harus mengundang Tokoh Masyarakat dan Mahasiswa untuk berdialog langsung,” tegasnya.

8). Ajak Masyarakat Tak Lakukan Penjarahan.

Prabowo Subianto menegaskan kembali bahwa penyampaian aspirasinya boleh dilakukan, namun penjarahan dan kerusakan tidak bisa ditoleransi.

“Aspirasi murni harus dihormati, tapi tindakan anarkis jelas pelanggaran hukum,” tegasnya.(1kabar.com/Redaksi)