MEDAN | 1kabar.com
Puluhan massa Mahasiswa yang menyebutkan diri mereka tergabung dalam Organisasi Gerakan Mahasiswa Keristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan menggelar aksi demonya di Simpang 4, Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan dan sempat tercetus kritikan pedas salah satu orator, kepada Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, Senin (05/08/2024).
Dalam aksinya sempat juga tercetus dengan logat Medan, Koordinator Lapangan Mahasiswa tersebut mengkritik pedas kepemimpinan Muhammad Bobby Afif Nasution, di Simpang 4, Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Senin (05/08/2024).
“Bilang sama dia kalo gak pande Pimpin Kota Medan, gak usah memimpin, paham,” cetusnya Yoel Kevin Sihombing yang mengaku Koordinator Lapangan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan.
Baca Juga : Fakta Baru Parkir Berlangganan : Jukir Disuruh Jual Stiker Barcode 25 Per Hari, Kalau Tidak Mau Akan Diganti.
Aksi yang dimulai siang ini banyak mengevaluasi kinerja Pemerintah Kota (Pemko) Medan, terkhusus Wali Kota Medan dan Wakilnya. Mereka menyuarakan kinerja mereka sebagai Pemimpin tak terealisasi, dan hal ini menurut mereka belum sesuai harapan.
Contohnya di segi Pendidikan, mengenai tingginya angka putus Sekolah di Kota Medan. Mereka menyebutkan untuk tingkat se-Provinsi yakni Sumatera Utara (Sumut), dan Kota Medan menempati posisi pertama.
Kejadian ini menurut mereka, menjadi Preseden buruk untuk Pemerintahan Kota Medan mengingat salah satu upaya kita dalam menanggulangi kebodohan dan kemiskinan dengan Pendidikan.
Baca Juga : Isuzu Kembali Bangun Reputasi, Bakalan Luncurkan D Max 2025 Pikap Favorit di Kalangan Penggemar dan Profesional, Simak Ini
Hasil riset mereka, menjelaskan putus Sekolah di Kota Medan terjadi setiap Tahunnya terjadi pada tingkat SD dan SMP dimulai dari Tahun 2021 hingga Tahun 2024.
Terkait hal itu, Ketua Gerakan Mahasiswa Keristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan, Wendy Sembiring menyebutkan data-data yang dimaksud adalah hasil riset dan olahan. Ia menerangkan mereka berkerjasama mencari sumber, contohnya dari berbagai sumber Media dan Badan Pusat Statistik (BPS).
“Jadi memang kami ini melakukan riset sebenarnya. Sebelum aksi kami melakukan diskusi, kajian atau riset-riset dalam pengumpulan data seperti Badan Pusat Statistik misalnya,” ujar Wendy Sembiring kepada wartawan.
Baca Juga : Panas Terik Aku Ditemani Babinsa Wilopo dan Isuzu Bison 1990 Manual
Wendy Sembiring menyebutkan beberapa kesengajaannya membuat aksi di Persimpangan tersebut, dengan tujuan menunjukkan identitas gerakan Mahasiswa tersebut.
“Ini mau menunjukkan juga bahwa Kantor Sekretariat kami Gerakan Mahasiswa Keristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan di Simpang 4, (Jalan) Iskandar Muda, Gajah Mada, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan menjadi Pusat perhatian. Kedepannya kami harapkan, oh itu orang Gerakan Mahasiswa Keristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan yang ingin menyuarakan kebenaran,” kata Wendy Sembiring.(***)





