BeritaBerita TerkiniDaerahNasionalPemerintahPeristiwaPolriTNI

Puluhan Massa Warga Desa Tanjung Garbus II Gelar Aksi Unjuk Rasa di Kantor Desa Tanjung Garbus II, Tuntut Lengserkan Kepala Desa Tanjung Garbus II Arisandi

257
×

Puluhan Massa Warga Desa Tanjung Garbus II Gelar Aksi Unjuk Rasa di Kantor Desa Tanjung Garbus II, Tuntut Lengserkan Kepala Desa Tanjung Garbus II Arisandi

Sebarkan artikel ini

Deli Serdang | 1kabar.com

Puluhan masa Warga Desa Tanjung Garbus II, Kecamatan Pagar Merbau, Kabupaten Deli Serdang, menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Desa Tanjung Garbus II pada Selasa sore (24/12/2024). Mereka menuntut Transparansi Penggunaan Dana Desa dan mendesak Kepala Desa Tanjung Garbus II Arisandi untuk mundur dari Jabatannya.

“Kami warga hanya menerima Rp.230.000 dari dana BLT sebesar Rp.300.000. Sisanya Rp. 70.000 entah kemana,” ungkap Yana Angela Harahap, salah satu perwakilan warga.

Baca juga Artikel ini  Libur Nataru, Kapolri Perintahkan Jajaran Antisipasi Mobilitas Warga di Kawasan Anyer

Warga juga mengeluhkan keterlambatan pencairan BLT, tidak meratanya bantuan beras, serta mangkraknya berbagai program Desa seperti Pelatihan dan Pembangunan Infrastruktur.

“Kepala Desa jarang masuk Kantor, bahkan tidak peduli jika ada warga yang sakit atau meninggal,” ujar Sandri, warga lainnya.

Baca juga Artikel ini  ‎Komitmen Kapolres Pidie Jaya: Apel Penghargaan dan Pemeriksaan Senpi untuk Profesionalisme Polri

Dalam aksi massa unjuk rasa tersebut, warga meminta Transparansi Penggunaan Dana Desa, termasuk Dana Keagamaan, Bantuan Ternak Sapi, dan Proyek Desa yang terbengkalai. Mereka juga mendesak agar Arisandi lengser karena dinilai tidak mampu memimpin.

Saat aksi massa unjuk rasa berlangsung, Kepala Desa Arisandi tidak dapat dihubungi. Nomor teleponnya yang diberikan oleh Kaur Desa Agus Salim tidak aktif. Sementara itu, Sekretaris Desa, Bendahara, dan Perangkat lainnya juga tidak tampak dilokasi.

Baca juga Artikel ini  Wakapolda Sumut Pimpin Upacara Hari Ibu Ke-96

Pendemo yang hadir di antaranya Agustono, Khairil Amri, Sandri, Suganda, dan beberapa warga lainnya. Mereka berencana terus menekan Pemerintah Desa hingga tuntutan mereka terpenuhi.(***)