BeritaBerita TerkiniDaerahNasionalPeristiwa

Ratusan Massa Aliansi Masyarakat Batak Gerakan Tutup Toba Pulp Lestari Gelar Aksi Demonstrasi di Depan Polda Sumut, Sampaikan Tuntutan kepada Kapolda Sumut, Desak Segera Tutup PT TPL Telah Sengsarakan Masyarakat Sihaporas

209
×

Ratusan Massa Aliansi Masyarakat Batak Gerakan Tutup Toba Pulp Lestari Gelar Aksi Demonstrasi di Depan Polda Sumut, Sampaikan Tuntutan kepada Kapolda Sumut, Desak Segera Tutup PT TPL Telah Sengsarakan Masyarakat Sihaporas

Sebarkan artikel ini

MEDAN | 1kabar.com

Ratusan massa warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Batak Gerakan Tutup Toba Pulp Lestari (TPL) menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolda Sumatera Utara, Senin (06/10/2025) sore.

Dalam orasinya, Aliansi Masyarakat Batak Tutup Toba Pulp Lestari (TPL) yang terdiri dari Horas Bangso Batak (HBB), Lamtoras (Sihaporas), KSPPM, AMAN Tano Batak, Persaudaraan 98, Generasi Muda Batak, NAPOSO ANGKOLA, Masayarakat Angkola Timur TAPSEL, Natinggir, Natumingka, dan Masyarakat Batak Bersatu menyampaikan beberapa tuntutan kepada Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto terkait kejahatan yang dilakukan PT. Toba Pulp Lestari (TPL) kepada masyarakat.

“Kami hadir di depan Polda Sumatera Utara mendesak agar PT. Toba Pulp Lestari (TPL) segera ditutup karena telah menyengsarakan Masyarakat Sihaporas, dan lainnya,” ucap koordinator aksi massa unjuk rasa, Aria Angkola memulai orasinya.

Disebutnya, masyarakat mengalami masifnya tindakan kekerasan yang menyebabkan trauma, dilakukan pihak PT. Toba Pulp Lestari (TPL) melalui orang-orangnya.

Sementara itu, Putri Ambarita, yang merupakan korban pemukulan, dan intimidasi dari orang suruhan menceritakan bagaimana kecamnya perlakuan mereka.

“Tindakan mereka tidak manusia, saya, dan adik saya, yang disabilitas dianiaya. Bahkan kami melihat orangtua kami yang sudah uzur diperlakukan tidak manusia meskipun sudah mengatakan tidak sanggup melawan,” jelasnya sambil berurai air mata.

Ia menyebut mereka bukan mencari kekayaan dengan terus mempertahankan tanah nenek moyangnya.

“Itu jati diri kami, kami mempertahankan tanah leluhur kami sebagai jati diri kami,” tegasnya dengan suara lantang sembari mengatakan sampai kapanpun kami akan mempertahankannya.

Senada dengan itu, beberapa orator lainnya seperti Rosmawati Silalahi yang Suaminya Tomson Ambarita yang dua kali dipenjara karena pihak dari PT. Toba Pulp Lestari (TPL), dan Herbet Butar Butar, Panglima Komando Tutup Toba Pulp Lestari (TPL) juga menyampaikan perjuangan mereka sampai saat ini agar Toba Pulp Lestari (TPL) ditutup.

Baca juga Artikel ini  Pemkab Deli Serdang Berkomiten Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik Secara Berkesinambungan

Saat berorasinya, Ditreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol. Ricko Taruna Mauruh mendatangi warga masyarakat yang melakukan aksi demonstrasi, dan berbaur.

Dihadapan Kombes Pol Ricko, Arya yang merupakan koordinator aksi massa unjuk rasa menyampaikan tuntutannya mewakili massa aksi unjuk rasa yang hadir.

Adapun tuntutannya yang disampaikan sebagai berikut : Tangkap pelaku penganiayaan terhadap masyarakat yang dilakukan oleh PT. Toba Pulp Lestari (TPL) melalui orang suruhan, orang bayaran, Security, dan termasuk Pimpinan PT. Toba Pulp Lestari (TPL).

“Karena sangat patut yang diduga Pimpinan PT. Toba Pulp Lestari (TPL) yaitu Janres Silalahi tahu, dan bahkan memberi perintah untuk melakukan penganiayaan itu dengan sengaja. Tangkap, dan periksa Janres Silalahi,” kata Arya.

Selanjutnya, ia mengatakan agar semua laporan masyarakat di Polres Simalungun, dan dari Daerah lain ditarik ke Polda Sumatera Utara.

“Karena yang diduga Pimpinan Polres Simalungun berpihak kepada PT. Toba Pulp Lestari (TPL) yang seharusnya Polri adalah pelindung, dan pengayom masyarakat. Polres Simalungun justru yang diduga berpihak kepada PT. Toba Pulp Lestari (TPL), ini terlihat dari lambatnya bahkan mangkraknya laporan penganiayaan masyarakat terhadap PT. Toba Pulp Lestari (TPL), dan bahkan jika berjalan pun ujung katanya selalu dihentikan /SP3,” tandasnya.

Dikatakannya, masyarakat belum
melihat satu pun orang suruhan dari pihak PT. Toba Pulp Lestari (TPL), Security, dan orang bayaran dari pihak PT. Toba Pulp Lestari (TPL) ditangkap atas laporan masyarakat itu.

“Termasuk Direktur TPL, Janres Silalahi dan keberpihakan polisi ke TPL terlihat saat bentrokan, Polres Simalungun tidak bertindak apapun, tidak berbuat apapun untuk mencegah bentrokan itu terjadi, bahkan saat orang orang TPL dengan peralatan lengkap menyerupai aparat memukuli masyarakat Polisi hanya menonton, terlihat juga laporan dari masyarakat Sihaporas saat bentrok. 8 Sepeda Motor beberapa Sepeda Motor, dan Mobil masyarakat yang dibakar oleh TPL langsung diangkat, dan ditarik oleh TPL dibantu Polisi dari lokasi supaya tidak terlihat oleh pejabat dan media agar tak dinaikkan ke berita, sementara Mobil Toba Pulp Lestari (TPL) yang dibakar masyarakat dibiarkan berhari hari di lokasi dengan sengaja agar terlihat seolah masyarakat yang anarkis,” tuturnya.

Baca juga Artikel ini  Kodim 0104/Aceh Timur Menggelar Upacara Khidmat HUT ke-80 TNI di Langsa Baro Langsa

Kemudian, massa melalui Arya meminta kepada Kombes Pol Ricko agar mencopot Kapolres Simalungun karena saat bentrokan terjadi beliau terlihat tidak melindungi masyarakat dan diduga sengaja melakukan pembiaran sehingga terus menerus bentrokan terjadi.

“Kami menduga Polres Simalungun berpihak pada Toba Pulp Lestari (TPL). Seharusnya Polisi ada untuk masyarakat bukan Perusahaan yang merugikan masyarakat. Kenapa takut. Toba Pulp Lestari (TPL) bukan Negara, Toba Pulp Lestari (TPL) hanya sebuah Perusahaan perampok yang datang untuk mencari keuntungan dengan merusak alam dan mengorbankan masyarakat dengan tanpa belas kasih dan tak berperikemanusiaan,” sebutnya.

Selanjutnya, tuntutan agar Toba Pulp Lestari (TPL) segera ditutup karena Toba Pulp Lestari (TPL) seolah olah punya Negara sendiri di Tanah Batak.

“Segera tutup Toba Pulp Lestari (TPL). Ini menghargai Institusi Polri dengan semena mena memukuli masyarakat. Tak menghargai masyarakat adat, sebagai tuan rumah di Tanah Batak. Ini bukan hanya di Sihaporas tapi di 10 Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara ini. Memecah belah, mengadu domba masyarakat batak, merusak alam,” ucapnya.

Baca juga Artikel ini  Warga Massa Patumbak Gelar Aksi Demonstrasi di Depan Perusahaan PT. Universal Gloves Memanas : Wartawan Jadi Korban Kekerasan dan di Intimidasi

Disebut Arya, semenjak ada Toba Pulp Lestari (TPL), yang dulu bernama Indorayon bencana alam semakin sering terjadi di wilayah konsesinya, dan yang terdampak adalah masyarakat.

“Yang dirugikan masyarakat. Merusak ekosistem, alam, yang asri dengan mengganti hutan penopang ekosistem itu dengan menanami ecaliptus, yang membuat tanah kering, merusak jalan, dan insfrastruktur. PT. Toba Pulp Lestari (TPL) penyebab bencana alam dan bencana sosial di Sumatera Utara ini,” jelasnya.

Menanggapi tuntutan massa aksi unjuk rasa tersebut, Kombes Pol Ricko berjanji akan menarik semua laporan yang berproses di Polres Simalungun ke Polda Sumatera Utara.

“Saya pastikan bahwa semua laporan yang dari Polres Simalungun yang berproses ke Polda Sumatera Utara,” ucapnya sembari berjanji akan menyelesaikannya dalam waktu paling lama 2 Minggu.

Untuk para pelaku penganiayaan, Kombes Pol Ricko mengatakan akan menindaklanjuti sesuai fakta yang ada.

“Berikan data ke kami untuk menindaklanjutinya,” jawabnya sembari memberi nomor handphinenya kepada massa aksi unjuk rasa jika ingin menyampaikan sesuatu bukti.

Untuk tuntutan mencopot Kapolres Simalungun, dan tutup PT. Toba Pulp Lestari (TPL), sebut Kombes Pol Ricko bukan ranahnya.

“Tuntutan mencopot Kapolres Simalungun dan penutupan PT. Toba Pulp Lestari (TPL) tidak bisa saya jawab, karena bukan tupoksi saya,” katanya namun ia berjanji menyampaikannya kepada Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Senin 06/10/2025).

Usai menjawab tuntutan peserta aksi massa unjuk rasa, secara simbolik, Arya menyerahkan lembar tuntutan kepada Ditreskrimum Polda Sumatera Utara, dan massa aksi unjuk rasa secara tertib membubarkan diri.(1kabar.com/SPL0101)