Pidie|1kabar.com
Sigli-Panitia Pelaksana Hari Jadi (Hajad) ke-514 Kabupaten Pidie bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Seminar Internasional bertema “Pidie dalam Manuskrip dari Masa ke Masa”, yang berlangsung di Pidie Convention Center (PCC). Seminar ini diresmikan oleh Wakil Bupati Pidie, Alzaizi.
Acara dibuka oleh Wakil Bupati Alzaizi, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie, Drs. Samsul Azhar, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, H. Yusmadi Kasem, S.Pd., M.Pd. Turut hadir pula Ketua DPRK Pidie, Anwar Sastra Putra, S.H., serta unsur Forkopimda dan sejumlah tokoh masyarakat.
Seminar kali ini mengusung tema “Pidie dalam Manuskrip dari Masa ke Masa”,dengan tujuan nya
- Mengungkap dan memperkaya pemahaman publik melalui kajian manuskrip-manuskrip sejarah Pidie.
- Menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi penerus, agar tetap mengenal akar budaya dan peradaban daerah.
- Memperkuat rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap daerah Pidie, sebagai bagian penting dari identitas lokal dan sejarah panjang yang gemilang.
Seminar diikuti oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari akademisi, organisasi masyarakat, dan tokoh-tokoh terkait.
Ada beberapa pemateri yang dihadirkan yaitu,
- Prof. Dr. Husaini Ibrahim, M.A — Guru Besar / Arkeolog Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh
- Prof. Dato’ Sri Dr. Abdul Rahman Abdul Samad, LC, M.A — dari Pattani, Thailand
- Masykur Safruddin, S.Hum — Kolektor Pedir Museum, Banda Aceh
- Baiquni Hasbi, M.A. Ph.D — Dosen Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe
- Marwansyah Ismail, L.C., M.A — dari Pulau Penang, Malaysia
- Hermansyah, M.Th., M.A. Hum — Dosen Filologi UIN Ar-Raniry, Banda Aceh
Wakil Bupati Alzaizi menyampaikan bahwa Pidie telah memiliki peradaban yang maju sejak masa Kerajaan Pedir.Pidie pada masa lampau telah memiliki sistem pelabuhan yang aktif; di antaranya Kuala Batee, Kuala Pidie, Kuala Gigieng, dan Kuala Ie Leubeu. Pidie bukan hanya Kawasan agraris, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi dan budaya yang menghubungkan dengan dunia luar,”ujarnya
Ketua Panitia Pelaksana seminar dan sekaligus Kepala Disdikbud Pidie, H. Yusmadi Kasem, menyatakan bahwa seminar ini diharapkan memberikan beberapa manfaat konkret,seperti
- meningkatkan ketertarikan masyarakat akan warisan manuskrip dan sejarah lokal;
- memperluas jejaring internasional dalam bidang studi sejarah dan kebudayaan;
- memperkuat kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga dan melanjutkan warisan budaya yang ada.
Seminar Internasional ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Hajat ke-514 Pidie, yang tidak sekadar merayakan usia daerah, tetapi juga mengokohkan nilai sejarah, budaya, dan peradaban sebagai landasan bagi pembangunan ke depan.





