BeritaBerita TerkiniDaerahNasionalPeristiwa

Seorang Gadis Remaja 17 Tahun Mengalami Penganiayaan hingga Tidak Sadarkan Diri dan Nyaris Diperkosa

147
×

Seorang Gadis Remaja 17 Tahun Mengalami Penganiayaan hingga Tidak Sadarkan Diri dan Nyaris Diperkosa

Sebarkan artikel ini

MEDAN | 1kabar.com

Seorang gadis remaja 17 tahun berinisial SYG, Warga Kecamatan Medan Denai mengalami penganiayaan hingga tidak sadarkan diri, pada Senin (18/08/2025) malam.

Bahkan, korban nyaris diperkosa dan hingga kini, Siswi Kelas 12 itu harus mendapatkan Perawatan intensif di Rumah Sakit Pirngadi Medan. Korban juga mengalami trauma berat hingga takut melihat Pria. Penuturan Ibu korban, Yunita Afrina, petaka itu dialami Putrinya diawali perkenalan dengan seorang Pria melalui media sosial.

Baca juga Artikel ini  "Pelecehan Anak di Subulussalam: LSM SPA Desak Komnas HAM dan KPAI Bertindak"

Korban yang selama ini tinggal sama Neneknya kemudian dijemput pelaku yang belakangan diketahui bernama Putra naik Sepeda Motor dirumahnya. Sekitar pukul 20.00 WIB, korban dibawa ke kos pelaku dikawasan Jalan Williem Iskandar Pancing, Desa Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

“Anak saya dibawa ke kos mau diperkosa, dan dipukuli pelaku karena melindungi diri,” sebut Yunita saat dikonfirmasi wartawan di Rumah Sakit Pirngadi Medan, pada Kamis (21/08/2025) seperti yang dilansir dari mitrapoldasu.com

Baca juga Artikel ini  Babinsa Koramil 0201-16/TM Memonitoring dan Bantu Laka Lantas, Dua Korban Tak Sadar di Jalan Lintas Medan–Tanjung Morawa Km 11,5

Setelah satu malam tidak pulang dan tersadar, korban merayu Putra agar bersedia mengantarkannya pulang. Korban meyakinkan pelaku tidak akan ada masalah dikemudian hari.

Begitu sampai dirumah, korban menceritakan nasib yang dialaminya kepada orang tua dan keluarganya. Selanjutnya disusun rencana untuk menjebak dan menangkap pelaku.

Melalui media sosial dan menggunakan jasa Wanita lain, Putra bersedia bertemu dikawasan Jalan Williem Iskandar Pancing, Desa Medan Estate. Di tempat itu, keluarga korban sudah menunggu dan akhirnya melakukan penangkapan.

Baca juga Artikel ini  Kerja Keras dan Pantang Menyerah, Syahbudin Padank Kini Punya Usaha Rental di Subulussalam

“Laporannya di Polsek Medan Area. Sekarang pelaku sudah diserahkan ke Polrestabes Medan,” pungkas Yunita Afrina.

Sementara, Humas Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan, Gibson Girsang mengatakan, pihaknya sudah melakukan visum terhadap luka penganiayaan yang dialami korban.

“Namun, untuk membuktikan adanya kekerasan seksual atau pemerkosaan, masih menunggu visum dalam. Untuk buktikan pemerkosaan harus visum. Kalau (Visum) penganiayaan ada,” tandasnya.(1kabar.com/Kota Medan)