Pasuruan|1kabar.com
Pasuruan, Prigen – Indonesia| Fase yang terjadi pada tahun 2024 lalu, Indonesia dihadapkan pada fase bangkitnya pemikiran kerajaan dan framing kerajaan sebagai senter kegiatan aktifitas yang tumbuh kembali. Seiring dengan itu telah tumbuh dan berkembangnya sistem penjajahan gaya baru yang membuat negara dalam posisi tak berdaya menghadapinya.
Dalam siklus perjalanan bangsa Indonesia kedepan mengalami siklus mengulang, kita akan menemui bangkitnya pemuda melalui organisasi dan kelompok untuk membangkitkan semangat untuk melepas dari belenggu penjajah dan menyatukan kembali pemikiran-pemikiran kerajaan dalam kerangka NKRI, dan ini bisa disamakan sebagai masa orde lama.
Fase selanjutnya adalah akan ada upaya membangun dan merekonstruksi kembali arah bangsa, dan ini menjadi fase perjalanan mengulang masa orde baru. Pada fase ini menjadi pilihan kembali untuk menata bangsa lebih baik lepas dari KKN, dan berorientasi kebangkitan Menuju Indonesia Emas 2045. Dan apabila fase perjalanan bangsa ini tidak terjadi maka kita memasuki fase mengulang perjalan bangsa melalui kebangkitan rakyat untuk perubahan melalui reformasi.
Fase perjalanan ini tidak akan terulang kembali, dan jika ini terjadi kita masuk pada wlayah peribahasa “………..masuk dalam lubang yang sama”.
Artinya tantangan Indonesia ini butuh waktu 20 tahun kedepan untuk mewujudkan cita-cita pendiri bangsa dalam momentum 100 tahun Indonesia. Dengan pola siklus sejarah yang mengulang ini setidaknya sudah ada antisipasi, dan komitmen pemerintah sebagai pengatur negara lebih besikap dengan sungguh – sungguh, melalui perencanaan, pelaksanaan, monitoring program pembangunan yang kuat, realistis, ankuntabel dan transparans di seluruh sektor.
Tahun 2025 ini, setidaknya sebagai tonggak untuk melakukan pemetaan kembali dan konsolidasi anak bangsa untuk lebih mengedepan kepentingan umum rakyat mayoritas, keberpihakan pertumbuhan ekonomi yang baik dan merata, harga terjangkau, menjunjung demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat slogan yang harus dicapai sebagai Indikator kinerja keberhasilan pemerintah.
Melalui wadah Partai Amanah Demokrasi Indonesia – PADI, tentunya kita mampu menjawab tantangan itu, dengan semangat kekuatan bersama suku bangsa dalam amanah, semangat gotong royong serta balutan Bhinneka Tunggal Ika yang berkeadilan sosial dalam per musyawaratan untuk Indonesia Emas, yang adil dan makmur menuju mercusuar dunia.
Oleh : KoninghAnwar
Ketua Badan Pembinaan Jaringan Konstituen (BPJK) DPP PADI.





