BeritaBerita TerkiniDaerahNasionalPemerintahPendidikanPolitikPolriTNI

Solusi Gubernur Sumut Bobby Nasution Akhiri Kisruh Tanah SMP Negeri 2 Galang, Guru dan Siswa Menyambut Haru

180
×

Solusi Gubernur Sumut Bobby Nasution Akhiri Kisruh Tanah SMP Negeri 2 Galang, Guru dan Siswa Menyambut Haru

Sebarkan artikel ini

Deli Serdang | 1kabar.com

Kisruh sengketa kepemilikan tanah yang menimpa SMP Negeri 2 Galang akhirnya mendapatkan titik terang. Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution turun langsung untuk memediasi persoalan yang selama dua tahun membayangi proses belajar-mengajar di Sekolah tersebut. Kehadirannya disambut penuh haru oleh para Guru dan Siswa.

Netty Boru Sitepu, Guru Mata Pelajaran Matematika di SMP Negeri 2 Galang, mengaku terharu atas solusinya yang diberikan oleh orang nomor satu di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) itu.

Baca juga Artikel ini  Maha Semaya Warga Pande Gelar Agung Pasikian Sekaligus Peringati HUT Ki Barak Sesana

“Hari ini kami keluarga besar SMP Negeri 2 Galang mengucapkan terima kasih atas kedatangan Bapak Gubernur Sumatera Utara (Sumut) kita Muhammad Bobby Afif Nasution, yang sudah memberikan solusi terbaik bagi kami,” ucap Netty kepada 1kabar.com saat diwawancarai, di SMP Negeri 2 Galang, Rabu (16/07/2025).

Ia menambahkan bahwa selama dua tahun terakhir, pihak Sekolah harus menumpang ditempat lain karena belum adanya kepastian hukum atas tanah Sekolah. “Kami sangat kaget karena selama ini tidak pernah kami bayangkan, solusi itu akhirnya datang juga. Dua tahun kami menumpang,” lanjutnya.

Baca juga Artikel ini  Pangdam IX/Udayana Pimpin Sidang Pantukhir Calon Prajurit Tamtama TNI AD di Buleleng

Sengketa atas tanah antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dan Yayasan Al-Washliyah menyebabkan proses Pendidikan di SMP Negeri 2 Galang menjadi tidak kondusif.

Wakil Kepala Sekolah, Nazaria, menyampaikan bahwa para Murid terpaksa belajar berpindah-pindah tempat, mulai dari Pisang Pala hingga SMP Negeri 1 Jaharun.

Ia juga menambahkan bahwa jarak yang jauh dan waktu belajar yang tidak ideal menyebabkan banyak Siswa kelelahan hingga akhirnya kerap absen.

Baca juga Artikel ini  Maha Semaya Warga Pande Gelar Agung Pasikian Sekaligus Peringati HUT Ki Barak Sesana

“Kami harus menumpang diberbagai tempat. Yang pertama di Pisang Pala, kemudian dilanjutkan ke SMP 1 Jaharun selama enam bulan. Namun, proses pembelajaran tidak berjalan efektif, terutama karena jam belajar yang dimulai sore hari,” ucap Nazaria kepada 1kabar.com saat diwawancarai, di SMP Negeri 2 Galang, Rabu (16/07/2025).(***)