MEDAN | 1kabar.com
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Medan, Hasyim, mengaku telah mendengar berbagai polemik yang ditimbulkan Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen, pada Sabtu (06/09/2025).
Sebagai Ketua Partai Dewan Pimpinan Cabang DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Medan, Hasyim menegaskan akan membahas masalah tersebut di Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan akan melaporkan hal ini dengan Pimpinannya di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Provinsi Sumatera Utara.
Masalah ini akan segera kita bahas diinternal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Medan dan akan kita sampaikan juga ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Provinsi Sumatera Utara,” kata Hasyim, Sabtu (06/09/2025).
Dikatakan Hasyim, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Medan tidak pernah menerima informasi baik dari Wong Chun Sen secara pribadi maupun dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan DPRD Kota Medan bahwa Ketua DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen itu akan melakukan pertemuan dengan Mahasiswa di Hotel Grand Inna pada Selasa kemarin.
Seharusnya dia melapor, baik ke Fraksi ataupun ke Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Medan, apalagi kegiatan itu dilakukannya sendiri, tidak bersama para Pimpinan DPRD Kota Medan yang lain,” tuturnya.
Hasyim menyebut apa yang dilakukan Wong Chun Sen dengan tidak mau turun bersama para Wakil Ketua DPRD Kota Medan untuk menemui para demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Medan benar-benar tidak mencerminkan sikap sebagai Kader Partai ‘wong cilik’.
Karena yang saya dengar, sehari sebelumnya dia menggelar pertemuan dengan Mahasiswa di Hotel Grand Inna pada Selasa kemarin. “Jujur saja, sikap itu bukan cerminan Kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, karena Partai kami Partai wong cilik,” ujarnya.
Ditegaskan Hasyim, Kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan tidak pernah takut untuk turun langsung dan menampung aspirasi para demonstrasi di lapangan.
Kader PDI-P itu bermental Banteng.
Menghindari pertemuan dengan para demonstrasi dengan cara membuat pertemuan di Hotel itu bukan cara-cara yang diajarkan oleh PDI-P,” katanya.
Terlepas kegiatan itu merupakan anggaran dari DPRD Kota Medan ataupun pribadi, Hasyim menilai Wong Chun Sen semestinya bisa lebih bijak dalam mengambil sikap sehingga tidak menimbulkan kegaduhan di lapangan.
Wajar saja kalau ada kegaduhan di lapangan akibat kondisi ini. “Sebab Gedung DPRD Kota Medan itu adalah rumah Rakyat, tempat Rakyat menyampaikan aspirasinya. Kondisi ini akan kita bahas di Partai,” ucapnya.(***)





