Bireuen | 1kabar.com
Puskesmas Pembantu (Pustu) merupakan jaringan pelayanan puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan secara permanen disuatu lokasi dalam wilayah kerja puskesmas. Pustu merupakan bagian integral puskesmas, yang harus dibina secara berkala oleh puskesmas.
Tujuan pustu adalah untuk meningkatkan jangkauan dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat diwilayah kerjanya. Penanggung jawab pustu adalah seorang perawat atau bidan , yang ditetapkan oleh seorang kepala dinas kesehatan atas usulan kepala puskesmas.
Nah, hari ini masyarakat desa Suka Tani sangat berharap kepada pemerintah Bireuen melalui dinas kesehatan untuk dapat mengoperasikan pustu yang sudah berdiri di desa mereka sejak dua tahun yang lalu, tetapi sampai hari ini belum ada tanda-tanda akan berjalan untuk melayani kesehatan masyakat desa Suka Tani di km 33 berbatasan dengan kabupaten Bener Meriah.
Sementara Pustu dibangun dalam upaya mendekatkan pelayanan terutama untuk desa-desa yang jaraknya cukup jauh dari puskesmas. Saat 1kabar.com menghubungi kepala dinas kesehatan kabupaten Bireuen dr Irwan A Gani, Senin (22/7/2024), terkait harapan masyarakat desa Sukat Tani agar pustu yang ada didesa mereka beroperasi, ia hanya menjawab dengan singkat,” sudah kami pesankan ke Kapus untuk segera menfungsikan.” Jawabnya.
Karena merasa belum puas mendapatkan alasan jawaban dari kepala dinas keaehatan Bireuen, kabar.com mencoba kembali bertanya dan memberikan penjelasan, bahwa sebelumnya 1kabar.com sudah pernah menghubungi kepala Puskesmas Juli, tetapi selang beberapa lama, kepala Puskesmas Juli diganti. Boro-boro mendapatkan jawaban, kepala dinas hanya membaca pesan whatsapp yang dikirimkan kepadanya.
Karena ingin mendapatkan kepastian jawaban dari orang nomor satu di instansi kesehatan kabupaten Bireuen agar apa yang menjadi kendala terhadap pengoperasian Pustu di desa Sukat Tani malah mendapatkan jawaban yang tidak sepantasnya, dengam melepar tanggung jawab kepada orang lain.
Seharusnya beliau selaku pemimpin, memberikan jawaban yang arif bukan melempar tanggung jawab kepada kepala Puskesmas, yang secara notabenenya kedua lembaga tersebut dibawah kewenangannya. Kita mencari solusi bukan mencari pembenaran dari sebuah kesalahan.
Kita sangat berharap Pj Bupati Bireuen, Aulia Sofyan, Phd mendengar keluhan masyarakat, jangan hanya menjadi pemimpin mengabaikan harapan masyarakat, apalagi ini menyangkut sarana kesehatan di desa yang benar- benar jauh dari puskesmas. Untuk segera mengambil sikap dan meminta kepala dinas kesehatan Bireuen untuk segera mengambil keputusan, apalagi kepala desa setempat sudah menawarkan warganya untuk di tempatkan pada Pustu tersebut dan statusnya juga ASN di Puskesmas Juli, bila tidak ada ASN yang mau ditempatkan di desa tersebut, yang jaraknya mencapai 33 km dari ibukota Bireuen, dan 23 km dari Puskesmas Juli.
Inspektorat kabupaten Bireuen diminta juga melakukan pengecekan ke dinas kesehatan atau Pukesmas Juli, apakah selama ini ada di plotkan anggaran untuk Pustu di desa Suka Tani kecamatan Juli kabupaten Bireuen, karena laporan masyarakat bahwa Pustu tersebut sewaktu-waktu di datangi petugas Nakes dari Puskesmas hanya untuk kegiatan Posyandu, setalah itu Pustu tutup di kembali.(Tim)





