Berita Terkini

Upacara Pattidana Pelimpahan Jasa Untuk Leluhur di Vihara Buddha Sakyamuni

50
×

Upacara Pattidana Pelimpahan Jasa Untuk Leluhur di Vihara Buddha Sakyamuni

Sebarkan artikel ini

1Kabarcom. | Denpasar

Dalam rangka menyambut perayaan Trisuci Waisak 2568 BE/2024 di bulan yang penuh berkah ini, Vihara Buddha Sakyamuni, kembali menggelar upacara Pattidana (pelimpahan jasa) kepada leluhur dan sanak saudara yang telah meninggal, yang berlangsung Minggu (19/5/2024) pukul 7.30 WITA di Vihara Buddha Sakyamuni, jalan Padang Udayana Denpasar.

Ratusan peserta mengikuti rangkaian Upacara Pattidana yang diawali dengan puja di pohon bodhi, kemudian melaksanakan doa di meja hoping (leluhur yang sudah terlupakan) lalu doa di meja leluhur dan selanjutnya dilakukan puja bakti di dalam Dhammasala. Banyak peserta yang telah berpartisipasi serta mendukung kegiatan bajik ini, hal ini dapat dilihat dari banyaknya pelita pelimpahan jasa.

“Tahun ini budha merayakan tri suci waisak dalam perayaan ini kita sebagai umat budha untuk bersama sama sejauh mana umat dalam menjalankan ajaran kita dalam bentuk ucapan, jasmani, dan pikiran. Dalam bentuk pikiran kita bersama sama mengikis namanya keserakahan, kebencian dan kebodohan bathin sehingga kedamaian selalu menyertai kita,”terang Bikhhu YM Dhammaratano kepada awak media yang didampingi ketua Magabudhi Bali, Romo oscar Naib Wanou dan Ketua Karakasabha Vihara Buddha Sakyamuni, Sanjaya Gunawan.

Pada hari waisak tahun ini, Bikhhu Dhammaratano berpesan, agar umat memperkokohkan kesatuan dalam keberagaman, bagaimana di dalam lingkungan masyarakat tentu pasti ada gesekan, ucapan dan tindakan yang tidak baik sebagai umat budha berusaha untuk menghindari hal tersebut jangan sampai gesekan itu menjadi hubungan tidak baik.

Sementara Romo Oscar Naib Wanou, mengatakan, Pathidana ini adalah rasa bakti terhadap leluhur dimana pada waktu leluhur kita masih hidup kita belum mempunyai apa apa. Kita ingin memberikan yang terbaik saat beliau meninggal.

“Setelah mereka meninggal bagaimana cara kita berbuat baik kepada beliau di budha ada yaitu patidhana pelimpahan jasa. Setiap kita melakukan kebaikan tersebut kita limpahkan kepada leluhur dan sanak saudara kita semoga mereka berbahagia dengan kebajikan yang dilakukan oleh keturunannya Ajaran sang budha dari 2600 tahun lalu mengajarkan adalah jalan tengah Menghindari ekstrim kiri maupun ekstrim kanan. Inilah yang sekarang di dengungkan oleh pemerintah sebagai moderasi beragama. Kita menganggap semua orang saudara kita sehingga doa umat budha semoga semua mahluk hidup berbahagia. Jadi semua mahluk binatang pun ingin bahagia hanya kita tidak tahu bahasa mereka. Kita berharap orang lain bahagia kita tidak bisa melihat orang lain menderita. Ajaran budhita turut berbahagia atas kebahagiaan orang lain. ajaran sang budha adalah untuk penjaga dunia yaitu moralitas yaitu malu berbuat jahat takut akan akibatnya,” jelas Romo Oscar.

Hari Waisak tahun 2024 ini, dikatakan Romo Oscar, akan jauh lebih meriah dan akan dirangkai dengan kegiatan abaya dana artinya memberikan rasa aman kepada semua orang yang dicontohkan dengan burung yang dilepaskan karena burung pun ingin berbahagia dan sehari sebelum waisak akan ada Visudhi upasaka upasika dimana umat budha yang sudah yakin akan ajaran budha akan di wisudhi mendapatkan nama.

Sanjaya Gunawan pada kesempatan tersebut menambahkan terkait rentetan acara yang telah berlangsung mulai dari tanggal 23 april 2024 lalu, sudah melakukan pembersihan budha rupa.

“Hari Waisak nanti, umat akan hadir sekitar 2000 hingga 3000 umat yg hadir . dan akan dipersiapkan pelepasan burung di jam 21.52.46. Kehadiran umat dibandingkan tahun sebelumnya jauh meningkat tahun ini akan banyak umat yg hadir,”jelas Sanjaya.

Dalam upacara Pattidana diipersembahkan segala kebutuhan sesuai dengan kebutuhan sehari hari seperti makanan sehari hari dan juga menyerahkan jubah.(van)

Ketuk Play Untuk Melihat Tayangan DMTV Malang