ACEH TENGGARA | 1kabar.com
Jabatan bupati definitif 2017 – 2022 di Kabupaten Aceh Tenggara akan berakhir pada 2 Oktober mendatang.
Sejumlah nama putra – putra terbaik Aceh TenggaraTanoh Alas pun mencuat, dan siap mengisi kekosongan pemerintahan didaerah. Demikian menyikapi hal tersebut DPD LIRA Aceh Tenggara, Muhammad Saleh Selian, mengaku bersikap Netralitas dalam usulan pejabat (PJ) Bupati.
” Pj Bupati bukan jabatan Politis tetapi perpanjangan pemerintah untuk mengisi kekosongan jabatan bupati difinitif yang akan habis pada 2 Oktober mendatang,” kata Muhammad Saleh Selian.
Dikatakan, sikap Netralitas diambil DPP LIRA Aceh Tenggara sebagai bentuk Kredibel lembaga dipimpinnya. Bahkan sikap tersebut diambil agar ada keseimbangan ditengah kisruh yang terjadi terkait pengusulan calon kandidat PJ yang tengah ramai dibicarakan masyarakat.
” LIRA sebagai lembaga kontrol sosial Ruhnya LIRA adalah Independent, jadi siapapun yang ditunjuk Mendagri nantinya dialah yang terbaik. Semua pihak harus menerima,” kata DPD LlRA Aceh Tenggara Muhammad Saleh Selian.
Menurut LIRA siapapun PJ Bupati Aceh Tenggara nantinya pihaknya siap bermitra untuk kemajuan Aceh Tenggara dan semata untuk meneruskan program program pemerintahan sebelumnya demi Aceh Tenggara lebih maju.
” Siapapun dia Harapan LIRA kiranya Pj bupati Aceh Tenggara harus berpihak kepada perekonomian masyarakat, dimana kita lihat saat ini ekonomi masyarakat semakin sulit akibat dampak pandemi. Begitu juga hingga kini masih banyak korban dampak bencana banjir yang yang belum terselesaikan seperti halnya bantuan rumah layak huni,” katanya lagi.
Seraya berharap Bupati yang akan ditunjuk Mendagri sosok yang mampu menyukseskan pesta demokrasi tahun 2024 pemilihan kepala daerah , pemilu legislatif dan pemilihan presiden.





