Berita Terkini

Korban, Sebut Mustamin Ahli Dari Latta Bin Talibe, Diduga Lahan Desa Dan Dusun Menjual, Simak Modusnya

459
×

Korban, Sebut Mustamin Ahli Dari Latta Bin Talibe, Diduga Lahan Desa Dan Dusun Menjual, Simak Modusnya

Sebarkan artikel ini

Maros | 1kabar.com

Mustamin (52) tahun saat ditemui awak media mengatakan, awalnya pak desa Bonto Mate,ne yang bernama Haji. Jum,at (29/09/2023).

Haji Saini saat itu meminta surat rincik asli milik almarhum LATTA BIN TALIBE yang dikenal dengan Persil nomor: 101 S.Ill kohir nomor: 156 C.1 luas 1,10 Ha. Dan luas 0,62 Ha masing-masing terletak dulu dikampung barambang sekarang dusun borongloe, dulu desa Terigangkai, sekarang desa Bonto Mate,ne kecamatan Mandai kabupaten Maros, surat tanda ipeda tahun 1980.

Dimana waktu itu desa Bonto Mate,ne yakni Haji Saini beralasan bahwa tanah ada pengusaha/pembeli mau liat surat tanah saya, jadi waktu itu saya suruh istri saya ambil dilemari pakaian dan istri saya waktu itu mau photokopi dulu, namun pak desa yakni Haji Saini tidak USA diphotikopi. Dan setelah diambil dan dipegang surat tersebut, Haji Saini yakni kepala desa Bonto Mate,ne pamit dengan berkata nanti satu dua hari baru saya kembalikan surat ini.

Setelah satu dua hari lewat satu Minggu namun Haji Saini tidak kunjung balik membawa surat rinci tanah saya, lalu waktu itu saya bersama istri saya mendatangi rumah Haji Saini, sesampai dirumahnya, dan saya bilang sama istri saya pak Haji mana surat tanah saya, katanya satu dua hari saya kembalikan dan ini sudah lewat satu Minggu kenapa tidak dikembalikan surat tanah saya, apa kata Haji Saini waktu itu alasannya belum selesai, dan saya kira PBB saya, jadi saya bilang PBB saya sudah terbit pak haji, bukan itu sabar dulu, waktu itu saya balik kerumah bersama istri saya.

Karena lama menunggu surat rinci tanah saya belum dikembalikan pak desa yakni Haji Saini, saya bersama istri saya datangi lagi rumahnya Haji Saini yakni pak desa Bonto Mate,ne, sesampai dirumah Haji. Saini, istrinya Haji Saini kesurupan mara-mara, katanya kenapa sering datangi rumah saya kamu itu kurang malu, jadi saya bilang kan suamimu itu kepala desa, dan saya kesini ada urusan saya sama pak desa, karena Haji Saini mengambil surat tanah saya, waktu itu istri saya mau marah karena ulah istri Haji Saini yakni desa Bonto Mate,ne.

Baca juga Artikel ini  Kepala Dakar Makkah Terima Jama’ah Haji Tanah Air Kloter 27 (JKGO-27)

Mustamin mengatakan, karena surat tanah saya belum dikembalikan Haji Saini, dan sudah beberapa kali kerumah Haji Saini, dan itu saja alasan diulang-ulang, bahwa pengusaha belum liat itu surat, dan nanti kalau pengusaha sudah liat itu surat rincik baru saya kembalikan, katanya Haji Saini, mertuanya Zahrul dusun Bonto Mate,ne pada waktu itu.

Dan pada tahun 1992 saya bersama istri saya merantau kekabupaten Kolaka mencari nafkah, karena waktu itu dikampung saya dimaros susah lapangan kerja, akhirnya saya dan istri berangkat bersama-sama kekolaka, pungkasnya.

Lanjut, singkat cerita, pada tahun 2018 saya dan istri saya pulang/kembali ke Maros, dan ternyata diatas tanah saya telah berdiri bangunan, yang kami dengar dari kata orang adalah pabrik sosis. Jadi waktu itu bersama istri spontan kaget dan heran kenapa begini, dan semenjak hidup bapak saya tidak pernah ada penjualan dan begitupun saudara saya, kenapa ada pabrik sosis dibangun diatas lahan saya. Dan saya bersama istri saya datangi Haji. Saini, sesampai dirumahnya, awalnya saya minta surat tanah saya, namun anehnya pak desa yakni Haji Saini pura-pura tidak tahu, bahwa perna kerumah saya mengambil surat tanah saya, dan Mala disesali, istri waktu itu marah besar mengatai Haji Saini penipu, penipu, penipu, pak desa penipu.

Dan setelah itu saya kelokasi, dimana waktu itu saya menghentikan pekerja yang membangun dilahan saya yakni pabrik sosis, namun waktu itu gagal, karena Haji Saini, yakni pak desa Bonto Mate,ne, dan bersama dusun Bonto Mate,ne yakni Zahrul, dan bersaudara dusun borongloe yakni Nasrun, juga adiknya seorang pengacara yakni Amirullah. SH, dan kerja sama aparat bersenja yakni (Kapolsek Muh. Asgar dan bimmas yakni Ismail), menurut Mustamin, dimana sang penguasa ada bisnisnya aparat bersenjata tersebut pasti ada didalamnya.

Baca juga Artikel ini  Oknum PNS Pemprov Sumut (N) Diduga Menipu Seorang Ibu Rumah Tangga di Medan

Karena saya orang miskin, dan tidak tahu hukum, saya waktu itu mencari orang yang mengerti Hukum, dan atas bantuan teman saya diperkenalkan dari LSM (Bappepindo) dimana diketuai Andi. Kadir, dan Andi Kadir waktu itu menyurat kecamat Mandai, PT.Japfa, kepala desa Bonto Mate,ne, Kapolres Maros, kepala kejaksaan negeri Maros, dan lengkap tanda terima surat tertanggal: camat Mandai 11/03/2019, PT. Japfa 12/03/2019, Kapolres Maros 11/03/2019, kepala kejaksaan negeri Maros 11/03/2019. Namun mediasi tersebut gagal di tengah jalan.

Menurut Ketua DPD BPPI Maros. Dan inilah Modos Para Mafia Tanah, Tanah Milik LATTA BIN TALIBE yang dikenal dengan Persil nomor: 101 S.III kohir nomor:156 C.1 luas 1,10 Ha. Dan luas 0,62 Ha masing-masing terletak dulu kampung barambang sekarang dusun borongloe, dulu desa Terigangkai, sekarang desa Bonto Mate,ne. Namun sangat disayangkan, karena para ahli warisnya masing-masing merantau, toh pak desa dkk, memanfaatkan lahan orang dengan cara manipulasi lahan orang dengan modus kelas kakep.

MODUSnya bukan ahli waris yang menjual. Setelah desa dan dusun memiliki surat-sura korban. Desa dan dusun mengumpulkan KTP orang yang sudah meninggal dan setelah target terkumpul mereka melakukan aksinya, maklum ia berkuasa segala kebijakan bisa dilaksanakan, seperti membuat PBB baru legal dan ilegal bisa diterbitkan, dan setelah jadi semua, ia menyuruh rekannya untuk membuat surat pelepasan hak, setelah jadi surat pelepasan hak, maka mereka memanggil rekannya di bpn, dan setelah BPN menerbitkan sertifikat tersebut, maka makelarnya/ pengurus mencari pengusaha besar, dan setelah dapat pengusaha besar dan sudah panjar, maka ia siap-siap memanggil aparat bersenjata, badan Hukum, bahkan sewa preman, agar lahan tersebut tidak ada gendala dilokasi.

Baca juga Artikel ini  Sat Reskrim Polres Simalungun Robohkan Lokasi Sabung Ayam, Brantas Perjudian

Orang hidup dan orang sudah mati menjual pakai alas hak SPPT, alias bukan pemilik lahan.

Masing-Masing Menjual Ke PT. SO GOOd Food.

1). Haji. Lantik mertuanya Haji. Jumain, dusun Bonto Mate,ne yang baru. Ibrahim, Haji.Sitti, Haji.Rasid, dg bondo pansiri, Haji. Maning, Moha dg Rumpa, Haji.Sanang besannya Haji. Saini, dan Mantang Desa, dan sekarang menantunya gantinya yang bernama Haji. Zahrul kepala desa Bonto Mate,ne.

1). IR.M.Muh.Yusuf/SPPT, luas tanah. 3.870 meter. 2). Sanang Lantik/M.Lantik SPPT, luas tanah 1.271 meter. 3). Haji.Sitti SPPT, luas tanah 2.695 meter. 4). Kerra Mali SPPT, luas tanah 1.549 meter. 5).Harus Jamal, SPPT, luas tanah 1.307 meter. 6).Haji.Hasman Melie, SPPT, luas tanah 11155 meter.7). Yanti M. Rajja, SPPT, luas tanah 2.494 meter. 8). Yuddin Tarappe, SPPT, luas tanah 2.075 meter. 9). Sanang Ambo Tang, SPPT, luas tanah/M. Lantik, SPPT, luas tanah 3.188 meter. 10). Kerra Malik Malik/M.Rasid, SPPT, luas tanah 210 meter. 11). Mone Caka, SPPT, luas tanah 900 meter. 12). Haji. Sitti, SPPT, luas tanah 4.769 meter. 13). Ambo Awa Caka, SPPT, luas tanah 1.612 meter. 14). Ambo Awa Caka, SPPT, luas tanah 1.772 meter. 15).Haji. Murasia Masmawati, SPPT, luas tanah 3.400 meter. 16). Palippui Bora, SPPT, luas tanah 100 meter. 17). Mune Caka, SPPT, luas tanah 1.203 meter. 18). Ambo Ana Caka, SPPT, luas tanah 1.826 meter. 19). Juma Caka, SPPT, luas tanah 900 meter. 20). Ambo Ana Caka, SPPT, luas tanah 1.066 meter. 21). Palippui Bora, SPPT, luas tanah 100 meter. 22). Muha Caka, SPPT, luas tanah 1.100 meter. 23).Haji Maswa Bado, SPPT, luas tanah 3.000 meter. 24). Palippui Bora, SPPT, luas tanah 1408 meter. Dan inilah sebagian modusnya desa dan dusun supaya bisa kaya raya. (Tafsir)