1Kabar.com l Bireuen
Sekitar 70 orang ibu-ibu yang bergabung dalam Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) mengikuti sosialisasi pelaksanaan hibah program ketahanan pangan Desa Keude Matangglumpangdua, Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen, Kamis 11 Agustus 2022 bertempat di Balai Al-Ikhlas yang dihadiri Ketua Peutuha Peut, Drs H. Faizin Yusuf MPd, Ketua TP PKK Ika Afrida Nasution, Ketua pelaksana Dedi Saputra, Kaur Umum Saiful dan Kaur Pembangunan Zainal Abidin.

Sosialisasi disampaikan oleh Tim Pendamping Kecamatan Peusangan, Yessi Ismayanita ST yang mengharapkan ibu-ibu PKK dapat memanfaatkan anggaran 20 persen dari anggaran desa untuk program ketahanan pangan desa dengan baik. Terutama bagian dari TP PKK yaitu posyandu untuk kecukupan pangan bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita yang mendapatkan nabati dan hewani seimbang.
Terkait penggunaan anggaran yang diprioritaskan pada PKK diantaranya mengembangkan tanaman holtikultura pada toga, tanaman dalam polybag dan pot khusus untuk tumbuhan bibit tanaman di pekarangan yang tidak ada lokasi kebun yang luas.
Tim Pendamping Anggaran Desa, Yessi Ismayanita ST menyampaikan sosialisasi program hibah ketahanan pangan
Kemudian pendamping lain Mardiana S.Pd menambahkan, bahwa pemerintah pusat mengalokasikan anggaran yang banyak sampai ke desa-desa dalam rangka mensejahterakan masyarakat dan meningkatkan kebutuhan hidup berupa pangan yang cukup memadai. Juga menghindari Stunting yang bisa menghambat pertumbuhan fisik warga.
Kita butuh protein dari berbagai makanan nabati dan hewani. Bila produk tananan sudah tersedia cukup, selebihnya bisa dijual untuk keperluan lain. Sekarang mari kita bekerja sungguh-sungguh agar program ketahanan pangan terlaksana dengan baik.
Sebelumnya Ketua Peutuha Peut dalam arahannya meminta pada ibu-ibu PKK agar mengikuti sosialisasi dengan baik agar bisa dipahami dari program ketahanan pangan yang khusus dialokasikan 20 persen. Apa yang dapat dikembangkan tanaman sehingga berlanjut untuk masa depan, bagaimana sistem dan proses penggunaan anggaran.
Mari kita manfaatkan sehingga tidak bermasalah dengan program ketahanan pangan. Dan berharap Desa Keude Matangglumpangdua menjadi contoh bagi desa dan daerah lain tentang pengembangan model ketahanan pangan sehingga mereka datang ke kota Matangglumpangdua bukan hanya berbelanja berbagai kebutuhan, tapi walaupun desa kita dalam kota namum kita bisa juga memanfaatkan tanpa lahan luas dapat mengembangkan program ketahanan pangan. (Ads)





