LANGSA | 1KABAR.COM
Pemerintah Kota (Pemko) Langsa berhasil melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lebih cepat dari yang dijadwalkan. Penurunan signifikan pada angka kemiskinan menjadi bukti keberhasilan ini, sebuah pencapaian yang patut disyukuri.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Langsa, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 10,33% atau sekitar 19,37 ribu jiwa pada tahun 2024, menjadi 8,59% atau 16,28 ribu jiwa pada tahun 2025. Ini artinya, jumlah penduduk miskin di Kota Langsa berkurang sebanyak 3,09 ribu jiwa dalam kurun waktu satu tahun.
Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra SE, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kolaborasi solid antara pemerintah daerah, masyarakat, sektor usaha, dan berbagai pihak lainnya.
“Alhamdulillah, penurunan angka kemiskinan dari 10,33 persen tahun 2024 menjadi 8,59 persen di 2025 adalah capaian yang patut kita syukuri bersama,” ujar Jeffry.
Meskipun telah mencapai target lebih cepat, Pemerintah Kota Langsa tidak akan berpuas diri. Jeffry Sentana menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan program-program yang bertujuan memberdayakan ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja baru, baik domestik maupun luar negeri, serta memperkuat jaring pengaman sosial.
“Target kita bukan hanya menurunkan angka, tetapi memastikan setiap keluarga di Kota Langsa merasakan manfaat pembangunan secara nyata,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Langsa, Ir. Sudariah, menjelaskan bahwa meskipun angka kemiskinan menurun, garis kemiskinan justru mengalami peningkatan setiap tahunnya. Sejak 2020, garis kemiskinan di Kota Langsa terus naik, dari Rp407.421 pada tahun 2020 menjadi Rp554.363 di tahun 2025. Peningkatan sebesar Rp146.942 ini salah satunya disebabkan oleh inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa.
Sudariah menerangkan bahwa garis kemiskinan adalah batas pendapatan minimum yang dibutuhkan seseorang atau rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan pokok, baik makanan maupun non-makanan. Selain itu, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) di Kota Langsa juga menunjukkan tren penurunan, yang berarti kondisi kemiskinan secara umum semakin membaik.
Pewarta | Ridwanphone





