Tabanan | 1kabar.com
Di hari pertama Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV Perhimpunan Politeknik Swasta (Pelita) Indonesia yang berlangsung di Politeknik International Bali (PIB) College Tabanan Bali dihadiri komisi X DPR RI I Nyoman Parta,S.H.
PAda kesempatan tersebut, Nyoman Parta menilai, bahwa transformasi politeknik menjadi universitas terapan merupakan kebutuhan mendesak untuk mengatasi ketimpangan antara pendidikan dan kebutuhan industri.
“Kampus vokasi harus menjadi solusi untuk mencetak lulusan yang siap kerja, relevan, dan berdaya saing global,” ujar Nyoman Parta.
Rakernas IV Pelita Indonesia 2025 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia industri, dan institusi pendidikan vokasi.
Pelita berkomitmen untuk terus berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui pendidikan vokasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
Nyoman Parta, saat ini tengah membahas revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas).
Pelita Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat posisi pendidikan vokasi di Indonesia melalui transformasi politeknik menjadi universitas terapan (applied university).
PIB College sebagai tuan rumah pada Rakernas IV Pelita Tahun 2025 mengusung tema ‘Polytechnics Digital Transformation and Internationalization, Embbeding Sustainability and Future-Readiness 5.0’ dengan diikuti oleh 50 perwakilan Politeknik Swasta seluruh Indonesia dan berlangsung sejak tanggal 8 hingga 11 Oktober 2025.
Rakernas kali ini mengusung semangat digitalisasi dan internalisasi pendidikan vokasi dengan tiga agenda utama, yaitu penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), pembahasan program kerja tahunan, serta penyusunan Deklarasi Nasional Pendidikan Vokasi yang akan disampaikan kepada empat entitas penting diantaranya pemerintah, legislatif, dunia usaha dan industri, serta internal Pelita sendiri.
Ketua Umum Pelita Indonesia, Akhwanul Akhmal, S.P., M.Si., menyampaikan, bahwa transformasi politeknik menjadi universitas terapan merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola lembaga vokasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing lulusan.
Melalui deklarasi ini, kami ingin mendorong pemerintah agar memberikan dukungan yang lebih kuat terhadap pendidikan vokasi, terutama transformasi politeknik menjadi universitas terapan yang memiliki pengakuan setara dengan universitas akademik,” ujar Akwanul.
Saat ini, terdapat 213 politeknik swasta di bawah naungan Pelita serta 44 politeknik negeri yang tersebar di seluruh Indonesia. Meskipun kontribusinya besar terhadap peningkatan keterampilan tenaga kerja, keberpihakan pemerintah terhadap politeknik swasta dinilai masih minim. (Van)





