BeritaBerita TerkiniDaerahNasionalPemerintahPolri

Densus 88 dan Disdik Sumut Deklarasi Serentak di 207 Sekolah Binjai-Langkat : Lawan Radikalisme, Bullying, dan Intoleransi

95
×

Densus 88 dan Disdik Sumut Deklarasi Serentak di 207 Sekolah Binjai-Langkat : Lawan Radikalisme, Bullying, dan Intoleransi

Sebarkan artikel ini

BINJAI | 1kabar.com

Sebagai langkah preventif menghadapi meningkatnya penyebaran paham radikalisme dan kekerasan dikalangan remaja, Tim Cegah SGW Sumatera Utara bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Sumatera Utara Cabang Dinas Wilayah II menggelar deklarasi serentak di 207 SMA/SMK Negeri dan Swasta di Kota Binjai dan Kabupaten Langkat, pada Senin (24/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung secara serentak ini melibatkan Personel Satgaswil Sumatera Utara Densus 88 AT Polri, yaitu Ipda. Kunto Adi Wibowo, S.H., M.H., Ipda Agung Pangaribowo, S.H., dan Personil lainnya.

Menguatnya arus radikalisme yang memanfaatkan ruang digital menjadi perhatian serius. Para pelajar yang aktif menggunakan media sosial dan game online dinilai sebagai kelompok rentan yang perlu mendapatkan edukasi langsung.

Baca juga Artikel ini  Maulid Di Dusun Geudong Teungoh Diwarnai Santunan Anak Yatim

Koordinator Tim Cegah SGW Sumatera Utara, Ipda. Kunto Adi Wibowo, S.H., M.H., menyampaikan bahwa upaya ini dilakukan untuk memberikan perlindungan sejak dini kepada para pelajar.

“Fenomena radikalisme saat ini berkembang sangat cepat dan banyak menyasar pelajar melalui media sosial maupun game online. Deklarasi serentak ini kami lakukan untuk membentengi mereka sekaligus memberikan pemahaman agar tidak mudah terpengaruh,” tegasnya.

Selain isu radikalisme, deklarasi ini juga menegaskan komitmen dunia pendidikan dalam menolak praktik bullying, intoleransi, dan kekerasan di lingkungan sekolah.

Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Sumatera Utara juga memberikan penekanan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting bagi sekolah-sekolah dalam memperkuat budaya saling menghargai.

Baca juga Artikel ini  Ancaman Abrasi di Jangka: Tambak Tergenang, Muspika Turun ke Lokasi dan Ajak Warga Cari Solusi Bersama

“Kami ingin memastikan bahwa sekolah menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan maupun intoleransi. Edukasi seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter pelajar yang berakhlak dan berwawasan kebangsaan,” ujar perwakilan Cabdis Wilayah II.

Melalui kegiatan ini, para pelajar juga diberi pemahaman mengenai pentingnya menjaga toleransi serta memperkuat persatuan dalam kehidupan sehari-hari.

Instruktur Tim Cegah SGW lainnya, Briptu. Ahmad Rizki Fauzi, S.Pd., M.Psi., menegaskan bahwa edukasi langsung kepada siswa mampu meningkatkan kesadaran mereka untuk menjaga keharmonisan.

“Kami ingin para pelajar memahami bahwa menjaga toleransi dan menolak kekerasan adalah bagian penting dari karakter bangsa. Lingkungan sekolah yang guyub dan nyaman hanya dapat terwujud bila semua pihak bersama-sama menjaganya,” ungkapnya.

Baca juga Artikel ini  Pelantikan Massal DPD, Srikandi, dan Pimpinan Ranting Paguyuban Keluarga Besar Jawa Keturunan Nusantara Bersatu se-Sumatera Utara Massa Bakti 2024-2027 : "Konsolidasi Pengurus Baru dan Komitmen Jaga Persatuan NKRI."

Sebagai tindak lanjut, kegiatan deklarasi ini akan diperluas ke wilayah lain di Sumatera Utara. “Tim Cegah akan terus menggencarkan kegiatan serupa diseluruh Sekolah di Jajaran Dinas Pendidikan, baik tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota,” tambah Ipda Kunto.

Dengan kolaborasi antara kepolisian dan dunia pendidikan, diharapkan para pelajar di Sumatera Utara semakin terlindungi dari ancaman paham radikal maupun kekerasan, serta tumbuh menjadi generasi muda yang berkarakter, toleran, dan cinta Tanah Air.(***)