BeritaBerita TerkiniDaerahNasionalPemerintah

Siklon Tropis Senyar Terbentuk, BMKG Minta Siaga Cuaca Ekstrem di Aceh dan Sumut Akan Terjadi Hingga 30 November 2025

207
×

Siklon Tropis Senyar Terbentuk, BMKG Minta Siaga Cuaca Ekstrem di Aceh dan Sumut Akan Terjadi Hingga 30 November 2025

Sebarkan artikel ini

JAKARTA | 1kabar.com

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau Bibit Siklon Tropis Senyar 95B di kawasan Selat Malaka, bagian Timur Aceh telah berevolusi menjadi Siklon Tropis Senyar per 26 November 2025 sekitar pukul 07.00 WIB. Berdasarkan pemantauan terakhir, Siklon Tropis Senyar ini bergerak ke arah barat menuju wilayah daratan Aceh dengan kecepatan sekitar 10 km/jam dan dapat berdampak signifikan terhadap potensi terjadinya hujan sangat lebat hingga ekstrem yang dapat disertai angin kencang di wilayah sekitarnya.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menyampaikan kondisi ini meningkatkan Suplai Air di Perairan hangat Selat Malaka yang memicu pertumbuhan awan konvektif dibagian Utara Sumatera. Saat ini Siklon Tropis Senyar berpusat disekitar 5.0° LU dan 98.0° BT dengan tekanan Udara Minimum di Pusat mencapai sekitar 998 hPa dan kecepatan angin maksimum disekitar sistem mencapai 43 knot (80 km/jam).

“Dalam 24 jam ke depan, Siklon Tropis Senyar bergerak ke arah barat hingga barat daya dan masih di Daratan Aceh dengan kecepatan pergerakan 4 knot (7 km/jam), sedangkan dalam 48 jam kedepan Siklon Tropis Senyar diperkirakan akan menurun intensitasnya menjadi Depresi Tropis,” kata Faisal dalam konferensi pers di Gedung Command Center MHEWS, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan (BMKG), Jakarta, pada Kamis (27/11/2025).

Baca juga Artikel ini  Kodim 0204/Deli Serdang Siagakan Prajurit di 24 Koramil Bantu Evakuasi Warga Terdampak Bencana

Kendati demikian, cuaca ekstrem tetap berpotensi terjadi sebagai dampak lanjutan, sehingga potensi dampak bencana Hidrometeorologi masih harus diwaspadai terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Barat (Sumbar), dan sekitarnya pada 2-3 hari ke depan.

Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan, Geofisika (BMKG) Guswanto menjelaskan, Siklon Tropis Senyar memberikan dampak berupa hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem di wilayah Aceh dan Sumatera Utara (Sumut), hujan sedang-lebat disebagian wilayah Sumatera Barat (Sumbar) dan Riau.

Selain itu, angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepri. Riau, dan Riau, serta gelombang kategori sedang (1.25 – 2.5 m) di wilayah Selat Malaka bagian tengah, Perairan Sumatera Utara, dan Perairan Rokan Hilir. Gelombang kategori tinggi (2.5 – 4.0 m) di wilayah Selat Malaka bagian utara, Perairan Aceh, dan Samudra Hindia barat Aceh, hingga Nias.

Baca juga Artikel ini  Ribuan Guru Aceh Tengah Hadiri Mementum Hari Guru Nasional (HGN) Ke 80

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau dinamika Atmosfer imbas sistem Siklon Tropis Senyar melalui TCWC (Tropical Cyclone Warning Center) Jakarta. Sejak berupa Bibit Siklon Tropis Senyar 95B, Siklon Tropis Senyar telah menunjukkan dampak bagi kondisi cuaca di kawasan Selat Malaka dan sekitarnya.

Sementara itu, Direktur Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Andri Ramdhani, menjelaskan, Indonesia memang berada dekat garis ekuator yang secara teori kurang mendukung terbentuknya atau dilintasi Siklon Tropis Senyar. Meski begitu, Andri menyampaikan bahwa dalam lima tahun terakhir cukup banyak Siklon Tropis Senyar yang bergerak mendekati wilayah Indonesia dan memberikan dampak yang signfikan.

“Fenomena seperti Siklon Tropis Senyar tergolong tidak umum di wilayah Perairan Selat Malaka, apalagi jika sampai melintasi daratan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi dampak cuaca yang dapat muncul selama sistem ini bergerak disekitar wilayah tersebut,” kata Andri Ramadhani.

Dengan adanya potensi cuaca ekstrem ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau seluruh Stakeholders, khususnya Pemerintah Daerah dan Masyarakat wilayah terdampak untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi dampak lanjutan, seperti bencana Hidrometeorologi berupa banjir, banjir pesisir, tanah longsor, hingga pohon tumbang akibat angin kencang.

Baca juga Artikel ini  ITDC Lanjutkan Komitmen Pengembangan SDM, InJourney Hospitality House di The Mandalika

Termasuk bagi Nelayan dan pelaku Transportasi Laut untuk memperhatikan kondisi gelombang tinggi yang berisiko mengganggu keselamatan pelayaran.

Faisal berharap informasi ini tidak menimbulkan kepanikan, melainkan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau agar masyarakat tenang dan terus mengikuti informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Peringatan dini ini sangat penting untuk diketahui agar aksi mitigasi dapat dilakukan sedini mungkin demi meminimalisir kerusakan dan jatuhnya korban.

“Dengan prinsip awas, siaga, selamat, diharapkan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dapat dimitigasi dengan baik demi meminimalisir kerusakan dan korban jiwa. Jadi, early warning menghadirkan early action, menuju zero victim,” pungkasnya.(Redaksi)

(Sumber : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika-Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama)