MEDAN | 1kabar.com
Penyelenggaraan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 sudah digelar sejak Jumat (03/07/2026). Masyarakat yang ingin berkunjung dikenakan tarif tiket Rp. 75.000 pada akhir pekan dan Rp. 35.000 pada Senin (06/07/2026) hingga Kamis (09/07/2026). Harga ini diklaim terlalu mahal.
Direktur Utama (Dirut) PT. Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PPSU), Ferry Indra, menanggapi masalah ini. Ia mengatakan pihaknya menerima segala masukan dari masyarakat.
Menurutnya, Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 diharapkan memberikan pengaruh yang berbeda dari pelaksanaan sebelumnya.
“Kami sedang mencoba transformasikan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 yang selama ini dijalankan dengan saat ini. Memang pro kontra ada, baik itu harga tiket, pengisi acara, tapi kita ambil positifnya,” ujar Ferry Indra, Selasa (14/07/2026).
Ferry menjelaskan, pelaksanaan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 tidak memakai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan hasil kerja sama dari sejumlah pihak.
“Kita terima saran dan kritiknya, tapi untuk sekarang karena ini event non-APBD, kami kolaborasi dengan semua pihak,” katanya.
“Jadi terkait tiket yang dibilang mahal, itu masukan ke kami juga. Kembali lagi, kami mencoba menyuguhkan event yang baik. Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 kali ini juga kami memberi banyak ruang kepada komunitas yang tampil,” ucap Ferry menambahkan.
Selain persoalan tiket, Ferry pun menjelaskan terkait tarif parkir yang juga dikenakan kepada pengunjung. Ia mengatakan pengelolaan parkir tetap melibatkan masyarakat sekitar.
“Terkait parkiran juga dikelola sendiri, tapi hanya yang di bagian dalam saja. Yang di luar kami serahkan ke masyarakat. Perlu diketahui, kami tetap koordinasi dengan Dishub dan Satpol PP. Mengenai tarif parkir sudah disampaikan agar tidak berlebihan,” ucapnya.
Ferry berharap masyarakat bisa memberikan respon positif terhadap pagelaran pesta rakyat terbesar Sumatera Utara (Sumut) tersebut.
“PRSU ini juga kan sudah dua tahun vakum, jadi pasti ada plus minusnya. Kami berharap masyarakat bisa memberi dukungan, karena ke depan ini bukan hanya sekedar event hiburan tapi bisa menjadi trend expo,” tuturnya.
Meski tidak berjanji tiket akan mengalami penurunan harga, Ia pun membuka kemungkinan ke depan panitia akan membuat sebuah program untuk meringankan masyarakat agar tetap bisa menikmati PRSU ke-50.
“Kalau penurunan harga, karena kita kan sudah serahkan ke EO, hingga saat ini belum (ada rencana), tapi ini kan masih panjang penyelenggaraannya, nantikan saja. Intinya kami tidak hanya mencari keuntungan, enggak. Kami berpikir gimana caranya menunjukkan bahwa Sumut ini keren,” kata Ferry.
Keluhan masyarakat mengenai mahalnya tiket masuk PRSU ditemukan dikolom komentar Instagram @prsu.official.
Tidak hanya dari kalangan masyarakat, Anggota Komisi B DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Rudi Alfahri Rangkuti, juga mengatakan hal yang sama.
Ia menyarankan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) agar mengadaptasi beberapa Pelaksanaan Pagelaran Pekan Raya yang sukses diluar Pelaksanaan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50. Pasalnya, beberapa kegiatan pagelaran sukses bukan karena ramainya pengunjung, tetapi dengan sajian yang menarik dan kreatififas yang dapat mengundang perhatian masyarakat.
Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 berlangsung hingga 2 Agustus 2026 di Area Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) di Jalan Gatot Subroto Medan.(1kbr/inn0101)












