Arief Martha Rahadyan,B.Sc,.M.Sc: Apresiasi Langkah Pemerintah Bali Wujudkan PSEL Denpasar Raya

Denpasar/1Kabar.com

Bali-Langkah Pemerintah Provinsi Bali dalam mempercepat pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya mendapat apresiasi luas sebagai upaya strategis menjawab persoalan lingkungan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi hijau berbasis keberlanjutan. Program ini ditargetkan beroperasi pada akhir 2027.

Tokoh muda nasional, Arief Martha Rahadyan.B.Sc., M.Sc, menilai pembangunan PSEL merupakan langkah progresif pemerintah dalam mengintegrasikan aspek lingkungan, teknologi, dan kepentingan ekonomi masyarakat ke dalam satu kebijakan jangka panjang.

Saya memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Bali atas langkah visioner dalam merealisasikan Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya. Ini merupakan investasi peradaban bagi masa depan lingkungan Indonesia,” ujarnya.

Persoalan sampah harus ditempatkan sebagai agenda nasional karena berkaitan erat dengan kualitas hidup masyarakat, kesehatan publik, serta daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.

Bali yang sebagai wajah pariwisata nasional membutuhkan sistem pengelolaan lingkungan yang modern, berbasis teknologi, dan berorientasi jangka panjang. Pembangunan PSEL dinilai menjadi momentum penting menuju tata kelola sampah yang lebih efektif serta bernilai ekonomi.

Ketika sampah dapat diubah menjadi energi, negara sedang mengubah beban menjadi kekuatan produktif. Inilah paradigma pembangunan masa depan yang perlu diperluas ke berbagai daerah di Indonesia,” tambahnya.

Pemerintah Provinsi Bali bersama pemerintah daerah terkait terus mempercepat pembangunan PSEL Denpasar Raya guna mengatasi persoalan kapasitas tempat pembuangan akhir yang semakin kritis, khususnya di wilayah Denpasar dan Badung.

Arief juga mendorong implementasi program dilakukan secara transparan, melibatkan partisipasi masyarakat, dan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Pembangunan yang baik bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga keberlanjutan dan kepercayaan publik. Saya optimistis Bali dapat menjadi model nasional dalam transformasi pengelolaan sampah berbasis energi,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *