Jakarta|1kabar.com
Di tengah meningkatnya polarisasi sosial, dan maraknya politik identitas dan ujaran kebencian yang berpotensi merusak kohesi sosial.Arief Martha Rahadyan menyampaikan, bahwa menjaga keutuhan bangsa merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.
Menurut nya,Politik identitas dan ujaran kebencian tidak boleh dibiarkan karena Indonesia dibangun atas semangat persaudaraan, bukan pengkotak- kotakan. Perbedaan pandangan politik adalah keniscayaan dalam sistem demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berubah menjadi konflik sosial yang mengancam persaudaraan kebangsaan,” ujarnya
Pancasila harus kembali ditempatkan sebagai perekat utama bangsa, Pancasila adalah titik temu seluruh perbedaan. Ketika kita kembali pada nilai-nilai Pancasila, kemanusiaan, persatuan, keadilan, dan musyawarah,maka polarisasi tidak akan ada ruang,” jelasnya.
Arief mengajak seluruh komponen bangsa, mulai dari elit politik, tokoh agama, akademisi, hingga generasi muda, untuk menahan diri, memperkuat dialog, serta mengedepankan etika dalam ruang publik dan media sosial. Masa depan Indonesia hanya dapat dibangun di atas fondasi persatuan nasional yang kokoh, berlandaskan Pancasila dan semangat kebhinekaan,” tutupnya.





