BeritaBerita TerkiniDaerahNasionalPemerintah

Deli Serdang Kabupaten Pertama di Sumatera Utara Lakukan Modernisasi Pertanian

104
×

Deli Serdang Kabupaten Pertama di Sumatera Utara Lakukan Modernisasi Pertanian

Sebarkan artikel ini

Deli Serdang | 1kabar.com

Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dalam meningkatkan hasil pertanian patut diacungi jempol. Bagaimana tidak. Deli Serdang menjadi Kabupaten pertama di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang melakukan modernisasi terhadap bidang pertanian.

Modernisasi yang dilakukan yakni dengan penggunaan drone sprayer. Adalah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Oryza Sativa Desa Pasar Miring, Kecamatan Pagar Merbau menjadi pelopor penggunaan drone yang diserahkan oleh Bank Indonesia melalui program pengembangan klaster binaan sektor pangan.

Kehadiran drone ini menandai dimulainya transformasi digital disisi hulu pertanian, yang bertujuan meningkatkan efisiensi biaya produksi dan efektivitas budidaya petani. Drone digunakan untuk proses pemupukan dan penyemprotan pestisida secara digital, sehingga mampu menghemat waktu dan tenaga.

Bupati Deli Serdang, dr. H. Asri Ludin Tambunan mengapresiasi dukungan Bank Indonesia dalam memajukan pertanian daerah.

Modernisasi alsintan merupakan langkah penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga ketahanan pangan sebagaimana Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto.

Baca juga Artikel ini  Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pidie Gelar Pelatihan TIK Dasar dan Gerakan Gemar Membaca untuk Siswa SD

“Bukan hanya drone sprayer, hari ini Bank Indonesia juga memberikan bantuan combine harvester, sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang menambah bantuan mesin transplanter. Sinergi ini adalah bukti nyata komitmen kita untuk mendukung kerja petani agar semakin efisien, mandiri, dan berdaya saing,” ungkap Bupati, pada Kick Off Pengembangan Klaster Padi dan Penyerahan Bantuan Alsintan di Desa Pasar Miring, Kecamatan Pagar Merbau yang dihadiri pula oleh Wakil Bupati Langkat, Tiorita br Surbakti, Rabu (15/10/2025).

•SURPLUS BERAS.

Di kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan capaian produksi padi di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2024 yang mencapai 486.029 ton gabah atau setara 311.155 ton beras. Dengan kebutuhan beras sebesar 221.343 ton, Kabupaten Deli Serdang mengalami surplus 89.812 ton.

Baca juga Artikel ini  Genjot Perekonomian Nelayan, Rehabilitasi Tiga TPI di Deli Serdang Dimulai

Hingga September 2025, produksi gabah telah mencapai 288.900 ton dengan produktivitas rata-rata 6 ton per hektare. Bahkan dibeberapa wilayah seperti Kecamatan Percut Sei Tuan, paparnya, produktivitas sudah mencapai 8–9 ton per hektare berkat penggunaan alsintan modern.

“Keberadaan alsintan ini diharapkan dapat terus mendorong peningkatan hasil pertanian dan kesejahteraan petani,” ujar Bupati.

Pun begitu, petani juga harus tetap berpegang teguh, tidak menjual seluruh hasil panennya ke luar daerah demi menjaga stabilitas harga dan pasokan lokal.

“Kalau beras kita semua dikirim keluar, masyarakat sendiri yang akan kesulitan. Saya minta petani tetap menjaga pasokan lokal agar daya beli masyarakat terjaga,” tegas Bupati.

Bupati memerintahkan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) untuk memasukkan pembangunan lenning irigasi di lahan pertanian seluas 329 hektare tersebut dalam anggaran Tahun 2026.

Baca juga Artikel ini  Puluhan Mahasiswa Kalamsu Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Mapolda Sumut, Desak Kapolda Sumut Berantas Korupsi dan Jual Beli Jabatan di Kanwil Kemenag Sumut

“Target kita IP 3 harus tercapai. Pemerintah harus responsif terhadap kebutuhan petani agar produksi terus meningkat,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Rudy Brando Hutabarat mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang dalam mewujudkan swasembada pangan.

Sebagai mitra Pemerintah, Rudy menegaskan, digitalisasi alsintan merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

“Penggunaan teknologi ini bertujuan menurunkan biaya, meningkatkan produktivitas, dan menaikkan pendapatan petani tanpa perlu menaikkan harga,” jelasnya.

Ketua Gapoktan Oryza Sativa, Muliono menyebut, para petani kini lebih optimis dengan peningkatan fasilitas dan perhatian yang diberikan.

“Kami berterima kasih atas bantuan yang selama ini sudah diterima. Harapannya kami mohon ke depan 50 persen lenning irigasi bisa diperbaiki. Dengan irigasi ini, kami optimis IP 3 bisa tercapai,” harapnya.(Zulkarnain Lubis)