Berita

Desa Senganan Produksi Kompos Berkualitas

146
×

Desa Senganan Produksi Kompos Berkualitas

Sebarkan artikel ini

Tabanan, Bali | 1Kabar.Com

Desa Senganan di Kabupaten Tabanan kini menjadi salah satu produsen kompos organik berkualitas berkat kerja keras Kelompok Subur Jaya dan dukungan dari dua perguruan tinggi di Bali.

Kompos yang dibuat adalah hasil fermentasi kotoran hewan (sapi dan ayam), kapur, arang, dan air yang merupakan bahan-bahan yang ada dilingkungan sekitar.

Photo 1Kabar.Com
Photo 1Kabar.Com

Lewat program pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, kelompok ini mendapat pendampingan menyeluruh dari sisi produksi, kualitas, hingga legalitas usaha.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Mahasaraswati Denpasar dan Universitas Panji Sakti Singaraja. Tim dosen pengabdi terdiri dari I Gusti Ngurah Made Wiratama, S.Pd., M.Si., Ni Nyoman Ari Novarini, S.E., M.M., dan Putu Shantiawan Prabawa, S.P., M.P.

Baca juga Artikel ini  Letkol Arh Agung Pujiantoro Resmi Menjabat Dandim 0204/Deli Serdang

Mereka juga melibatkan mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan, yakni Ida Ayu Anggara Sri Anjani, I Gede Bagus Abimanyu Jaya Putra, dan Ni Komang Ayu Rista Anjani, sebagai bentuk pembelajaran luar kampus.

Fokus kegiatan ini adalah meningkatkan mutu kompos yang diproduksi, sekaligus memperkuat kapasitas kelompok dalam menjalankan usaha secara profesional. Sejumlah kegiatan yang dilakukan antara lain: 1) Sosialisasi manfaat kompos organik dalam menjaga kelestarian lingkungan dan ketahanan iklim, 2) Pelatihan dan pengujian kompos pada tanaman, 3) Pelatihan pembukuan usaha dan promosi digital, agar produk dapat menjangkau pasar yang lebih luas, 4) Pendampingan pendaftaran hak merek, sebagai langkah strategis untuk melindungi identitas dan orisinalitas produk.

Baca juga Artikel ini  Pemkab Deli Serdang Akan Segera Memperbaiki Jalan Srigunting Desa Sunggal Kanan, Kecamatan Sunggal

Ketua tim pengabdian, I Gusti Ngurah Made Wiratama, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa pendampingan ini tidak hanya menyasar aspek teknis, tetapi juga menyentuh sisi kelembagaan kelompok,

“Kami ingin kelompok ini tidak hanya mampu memproduksi kompos yang baik, tapi juga mampu mengelola usahanya dengan cara yang berkelanjutan. Legalitas merek dan promosi digital menjadi bekal penting agar mereka bisa bersaing di pasar,” ungkapnya. Pada minggu (27/7/2025)

Baca juga Artikel ini  Rihanto Dukung Program Pemkab Deli Serdang dan Pemerintah Pusat

Sementara itu, I Wayan Suka Aryadana, selaku anggota kelompok mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan yang diterima.

“Pendampingan ini memberi kami banyak ilmu baru dan membuka peluang untuk memasarkan produk secara lebih luas. Produk kami kini sudah teruji kualitasnya dan kami juga sedang dalam proses mendaftarkan merek. Ini langkah besar bagi kami,” ujarnya.

Kegiatan ini telah berlangsung sejak Juni 2025 dan direncanakan selesai pada Desember mendatang. Program ini menjadi contoh nyata kolaborasi kampus dan masyarakat dalam mendukung pertanian ramah lingkungan dan ekonomi berbasis desa. (***)